Jakarta,kalselpos.com -Pandemi Covid-19 menjadi titik tolak bagi inovator-inovator Tanah Air untuk membangun industri alat kesehatan dan obat yang selama ini masih banyak bergantung pada impor.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Indonesia Health Care Forum (IndoHCF) Dr dr Supriyantoro Sp P MARS
dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.(13/11).
“Situasi pandemi Covid-19 tidak membuat inovasi-inovasi kesehatan mengendur. Sebaliknya, mampu menjadi katalis atau faktor yang mempercepat lahirnya berbagai inovasi dan teknologi kesehatan,” katanya.
Menurut Supriyantoro, hal itu terlihat dari jumlah peserta pentas inovasi karya anak bangsa di bidang kesehatan, Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) V-2021 yang memasuki babak final 10 besar.
Ajang tahunan tersebut memberikan penghargaan dalam lima kategori inovasi yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Mutu Pelayanan Kesehatan (MPK), Alat Kesehatan (ALKES) dan Teknologi Informasi Kesehatan (TIK).
Setiap kategori saat ini menyisakan 10 peserta dari berbagai daerah dan instansi dengan inovasi beragam.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Corporate Social Responsibilty (CSR) PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED Indonesia) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, BKKBN dan organisasi/institusi di bidang kesehatan lainnya diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional, dengan tema “Sehat Negeriku, Tumbuh Indonesiaku”.





