Pernyataan itu kemudian disunting untuk menghapus referensi.
Aki-Sawyerr mengatakan kerugian yang ditimbulkan akibat insiden di Freetown itu belum jelas.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Brima Bureh Sesay, melalui video dari tempat kejadian, menyatakan insiden itu sebagai kecelakaan yang mengerikan.
“Banyak sekali korban, jenazah yang terbakar,” kata dia.
Dalam video yang diunggah tak lama setelah ledakan terjadi, orang-orang terlihat berlarian menembus asap tebal, sementara api besar terlihat menerangi gelapnya langit. Reuters belum dapat memastikan keaslian video tersebut.
Kecelakaan truk-truk BBM di kawasan Afrika Sub-Sahara sebelumnya telah menewaskan puluhan orang, yang berkumpul di lokasi untuk mengumpulkan tumpahan bahan bakar dan mereka kemudian terkena ledakan-ledakan berikutnya.
Pada 2019, ledakan kendaraan pengangkut BBM di Tanzania menewaskan 85 orang, sementara sekitar 50 orang tewas dalam bencana serupa di Republik Demokratik Kongo pada 2018.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





