“Dengan kartu ini tentunya masyarakat kurang mampu tidak lagi memikirkan biaya untuk berobat, jadi tolong didata benar-benar jangan sampai dalam pendataan itu ada warga yang tidak mampu tidak terdata,” tegasnya.
Senada dengan itu Kepala Dinas Sosial Kotabaru Nurviza juga menyampaikan, untuk kendala yang dialami oleh petugas dilapangan adalah kurangnya signal diwilayah yang mereka data, karena saat ini system yang dipakai adalah online dan teraplikasi yang membutuhkan jaringan yang baik.
“Terkait dengan PBI JKN KIS ini semua iuarannya dibayarkan oleh Kementerian Sosial sebesar Rp42 ribu sebulan,” jelasnya.
“Untuk Kotabaru sendiri ada sebanyak 73.954 penerima dengan jumlah biaya sebesar Rp31 miliar pertahun,” pungkasnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com





