BPBD diminta siaga bahaya potensi La Nina

Ilustrasi badai La Nina.(Foto: pixabay)(kalselpos.com)

kalselpos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di 34 provinsi diminta untuk mengambil langkah kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang, dalam menghadapi dampak fenomena La Nina.

Kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat ini merujuk pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi La Nina di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“La Nina dapat terjadi pada periode Oktober 2021 hingga Februari 2022, akibat anomali iklim global yang dapat memicu peningkatan curah hujan,” kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Catatan historis menunjukkan bahwa La Nina tahun 2020 menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia hingga 20 persen sampai dengan 70 persen dari kondisi normalnya.

Pos terkait