Ketahanan pangan HST ‘Terancam’, Dewan tuding akibat kekurang Pedulian Pemkab setempat

Salfia Riduan(Kalselpos.com)

Barabai, kalselpos.com – Ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), kini benar – benar terancam.

Pasalnya 200 hektare lebih lahan di empat wilayah kecamatan, seperti Labuan Anas Utara, Pandawan, Hantakan termasuk di Barabai dan sekitarnya, dipastikan tak mampu memproduk hasil pertanian mereka, khususnya padi.

Bacaan Lainnya

Semua itu dikarenakan akibat musibah banjir yang terjadi awal tahun 2021 lalu, di mana lahan – lahan pertanian di hampir semua wilayah HST, tertutup lumpur tebal.

Dan, untuk membersihkannya, para petani jelas tak berdaya melakukannya sendiri, lantaran tumpukan lumpur yang ‘mengenang’, rata – rata memiliki ketebalan hampir 1 meter.

Ironisnya, kondisi tersebut sepertinya terkesan ‘dibiarkan’ oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST, termasuk oleh dinas yang paling bertanggungjawab atas ketahanan pangan warga tersebut.

Atau pihak dinas terkait, diduga belum memberikan laporan terkait terancamnya ketahanan pangan warga itu kepada Bupati HST yang baru menjabat.

Padahal, jika pihak Dinas Pertanian (Distan) HST mau berkoordinasi dengan pihak Distan Provinsi Kalsel, maka lumpur yang menutupi lahan pertanian warga dapat segera dibersihkan, dan petani di sana dapat melakukan aktivitasnya kembali saat ini.

Tak salah, jika salah seorang anggota DPRD HST, yakni Salfia Riduan, langsung bersuara ‘lantang’ terkait permasalahan yang dihadapi petani di empat wilayah kecamatan tersebut.

“Kondisi ini jelas menunjukkan, kepedulian Pemkab HST dan Distan setempat, nyaris tidak dirasakan,” jelas anggota Dewan dari Komis II yang membidangi pertanian, keuangan dan BUMD, kepada kalselpos.com, Jumat (10/9/21) petang.

Sebab, bila Distan HST turun tangan, mau memberitahukan kondisi banyaknya lahan pertanian milik warga yang tertutup lumpur tersebut ke Distan Kalsel, masalah ini jelas dapat diatasi.

“Yang saya lihat, Distan HST terkesan melakukan ‘pembiaran’ terhadap kondisi yang menimpa petani di empat wilayah kecamatan tersebut. Buktinya, Bupati HST, sama sekali belum melakukan apa – apa, terhadap permasalahan yang mengancam ketahanan pangan di kabupatennya tersebut,” sebut Salfia Riduan.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait