kalselpos.com – Data awal studi laboratorium menunjukkan antibodi yang dihasilkan sebagai respons terhadap vaksinasi Covid-19 atau infeksi sebelumnya kurang mampu menetralisir atau mengikat dan menonaktifkan varian baru virus corona baru yang dinamai “mu” yang mungkin bisa menghindari kekebalan yang diinduksi vaksin.
Dikenal varian tersebut sebagai B.1.621 dan pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari 2021.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikannya sebagai variant of interest (VOI).
Dikutip dari Livescience pada Jumat (3/9) label VOI
berarti prevalensi varian meningkat di beberapa area, dan mutasi ini cenderung mempengaruhi karakteristik virus, seperti penularan atau tingkat keparahan penyakit.
“Varian mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan vaksin, namun, temuan ini masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian selanjutnya,” menurut WHO.
Varian mu sejauh ini telah terdeteksi di 39 negara, termasuk di Amerika Selatan, Eropa dan Amerika Serikat.
Menurut Medpage Today sebuah studi dari University of Miami mendeteksi varian ini pada 9 persen kasus di Jackson Memorial Health System di Miami.
Kendati mu ditemukan kurang dari 0,1 persen dari semua kasus Covid-19 di seluruh dunia, tetapi varian ini menyumbang 39 persen dari kasus di Kolombia dan 13 persen di Ekuador, dan telah meningkat prevalensinya di area tersebut.
Dalam hal ini WHO menyatakan masih memerlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami varian mu dan penyebarannya.
Sementar otoritas kesehatan di Inggris mencatat terkait penularan varian ini tidak menyebar sangat cepat dan tak lebih menular daripada varian delta.
Akan tetapi mu punya kemampuan menghindari kekebalan yang diinduksi vaksin. Selain mu, WHO saat ini juga memantau empat VOI lainnya yakni eta, iota, kappa dan lambda serta empat variant of concern (VOC) yaitu alfa, beta, gamma dan delta.





