Menyedihkan, 2 penderita kejiwaan di Desa Walatung hidup dengan kaki terpasung

Ilustrasi.(ist)(kalselpos.com)

Barabai, kalselpos.com – Menyedihkan! Itulah ungkapan yang paling pas untuk menggambarkan nasib Has (30) dan Ram (40), dua warga Desa Walatung, RT 6, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang menderita sakit gangguan jiwa.

Keduanya mengalami nasib yang sama, dipasung oleh warga dan  keluarganya masing-masing dengan menggunakan rantai besi dan batang kayu,  karena warga khawatir Has dan Ram bisa  berbuat hal yang membahayakan warga desa.

Bacaan Lainnya

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Walatung, Abdul Jalil kepada kalselpos.com mengungkapkan, Has adalah seorang pemuda yang mengalami gangguan jiwa cukup berat karena sering melakukan pengrusakan.

“Beberapa hari yang lalu dia ngamuk memecahkan kaca mushalla. Semua kaca nyaris hancur. Yang paling membuat warga khawatir, dia kalau keluar rumah suka bawa senjata tajam berupa arit,” ujar Abdul Jalil, Minggu (29/8/2021).

Karena kekhawatiran itulah, beber Jalil, warga dan keluarga Has terpaksa memasung kaki Has dengan menggunakan batang kayu nangka yang dikasih lubang.

“Sebelum dipasung, kami sebagai aparat desa sempat melarang dan menyarankan keluarga Has untuk membawa ke rumah sakit jiwa Sambang Lihum, namun dengan berbagai alasan, keluraga Has menolak,” bebernya.

Dijelaskan Jalil, alasan keluarga Has tidak membawa ke RSJ Sambang Lihum adalah tidak ada biaya, lokasi rumah sakit yang jauh dan khawatir tidak ada yang bisa membesuk.

“Meski kami bersikeras memberikan pemahaman, keluarga Has tetap menolak,” terangnya.

Kondisi Has setelah dipasung makin memprihatinkan. Tiap malam dia sering berteriak minta makan dan minum.

“Tidak ada keluarga yang menemaninya di rumah, ibunya sudah meninggal dua tahun yang lalu dan ayahnya kawin lagi. Has tinggal sendirian karena keluarganya bermukim di RT yang berbeda. Secara bergantian keluarganya mengantarkan makanan seadanya,” papar Jalil.

Sudah hampir satu bulan Has kakinya dipasung. Dia tidak bisa lagi berdiri. Bahkan untuk buang air keluarganya hanya menyediakan kantong plastik.

“Informasi dari bibinya, kondisi kaki Has sudah bengkak karena tidak bisa ditekuk, kita sangat sedih,” ujar Jalil.

Sedangkan Ram, adalah ibu rumah tangga dengan dua orang anak. Nasibnya masih sedikit lebih beruntung, karena dia tidak dipasung menggunakan batang kayu atau oleh warga desa disebut di bilatuk. Ram oleh keluarganya di rantai dibagian kaki.

“Ram tinggal dekat dengan orang tuanya. Sehingga jauh lebih bisa terurus. Dia dirantai sudah lebih dari dua tahun semenjak cerai dari suaminya,” beber Jalil.

Prihatin akan nasib Has dan Ram, Abdul Jalil bersama Kepala Desa Walatung dalam waktu secepatnya akan mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten HST.

“Kami akan melaporkan dan berkonsultasi dengan Dinas Sosial. Langkah apa yang bisa kami lakukan dalam menghadapi hal ini,” tandasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait