kalselpos.com – Dampak penutupan obyek wisata bukan hanya pemilik wisata saja, namun pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga terpuruk.
“Kami berharap dibukanya objek wisata dapat gulirkan ekonomi juga kembali bangkitnya pelaku UMKM,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadi pada Rabu (25/8).
Imam menyebut, pembukaan kembali destinasi wisata itu guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.
“Pengunjung wisata kita dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas tempatnya,” ungkapnya.
Bagi pengelola obyek wisata dan pengunjung dapat memperketat protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
“Pengetatan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona,” tukasnya.
Penyebaran penyakit mematikan itu patut diwaspadai agar tidak menjadikan klaster penularan corona.
Disampaikannya, destinasi wisata yang dibuka kembali di Kabupaten Lebak ini di antaranya obyek wisata pantai, wisata religi, wisata alam, wisata buatan dan wisata budaya kawasan masyarakat Badui serta wisata Museum Multatuli. Namun demikian, wisata yang pavorit dikunjungi wisata adat budaya masyarakat Badui, wisata negeri di atas awan dan Pantai Sawarna.
“Kami minta semua pengelola wisata dan pengunjung mematuhi protokol kesehatan, ” katanya.
Adapun tujuan Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten kembali membuka destinasi wisata ini untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk akibat pandemi. Selain itu juga diperkuat dengan Instruksi Bupati Lebak Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 yang merupakan tindaklanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri.
Sebelumnya, Kabupaten Lebak berstatus PPKM Level 3,sehingga obyek wisata belum bisa dibuka. “Saat ini semua destinasi wisata kembali dibuka agar ekonomi masyarakat menjadi lebih baik,” pungkasnya.





