Marabahan,kalselpos.com-Petani di Desa Sumber Rahayu Kecamatan Wanaraya Kabupaten Batola, kembang komoditas porang guna meningkatkan perekonomian disamping selain mengembang komoditas sayu-sayuran.

Penanaman porang dilakukan sejak tahun 2019 lalu, untuk lokasi lahan penanaman porang ditanam di lahan pekarangan rumah, tumpang sari dengan tanaman sayuran.
Hingga saat ini sudah ada terdapat 25 orang petani dari Desa Sumber Rahayu, mengembangkan komoditas porang dengan masing-masing memiliki luasan satu hektare per orangnya.
Seiring dengan hasil pengembangan porang, 17 dari 25 jumlah petani porang ajukan KUR di Bank BNi, bertempat di Aula kantor Desa Sumber Rahayu, senin ( 23/08)
Ketua sekretariat Aliansi Porang Indonesia Kabupaten Batola, Trisno Subroto mengatakan, dari tahun 2019 porang dibudiyakan yang merupakan termasuk lahan gambut, namun berhasil dengan per umbinya/ per pohon mencapai beratnya hingga 5 kg, dengan harga 8 ribu rupiah perkilonya, katanya.
Dengan adanya hasil yang bagus dengan mengembakan komoditas baru selain sayuran, sehingga bersama petani memberanikan diri untuk minjam KUR di Bank BNI, jelasnya Trisno Subroto.
Sementara itu wakil pimpinan sentra bisnis SME Bank BNI, Alvin Sebastian Pandi, mengatakan untuk pembayaran dengan sistem lintas musim yakni pembayarannya dilakukan setelah panen. Katanya Alvin.
Dana pinjaman tersebut nantinya digunakan untuk penggarapan lahan, pembelian bibit dan pupuk, dengan maksimum pinjaman rata-rata 50 juta rupiah,ungkapnya Alvin.
Dengan adanya dana pinjaman KUR tersebut, petani bisa terus mengambang luasan komoditas porang dan saat ini pihaknya juga membentuk klaster disejumlah kabupaten lainnya di Kalimantan Selatan, pungkasnya Alvin.





