Ini syarat naik kapal feri selama PPKM Darurat, Kalimantan-Sulawesi berbeda Jawa-Bali

Manager Umum ASDP Batulicin, Ahmad Sunaidi di depan pelabuhan feri penyeberangan Batulicin. (kristiawan)(kalselpos.com)

Batulicin, kalselpos.com– Calon penumpang kapal feri wajib menunjukan hasil tes antigen atau PCR apabila hendak melakukan perjalanan selama PPKM Darurat. Pihak PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberanagan (ASDP) Batulicin menastikan kegiatan penyeberangan kapal tetap beroperasi normal.

Bacaan Lainnya

“Tentunya hal itu dalam rangka untuk menjaga stabilitas layanan publik dan logistik,” terang Ahmad Sunaidi selaku Manager Usaha ASDP Batulicin kepada kalselpos.com Selasa (6/7/21) sore.

Sunaidi nemastikan pelabuhan penyebrangan dari Pelabuhan Batulicin ( Kalimantan Selatan) – Garongkong (Sulawesi Selatan) dan sebaliknya beroperasi normal agar pelayanan publik dan sektor logistik tetap berjalan supaya pasokan di daerah tetap stabil.

“Kendati demikian, perlu diperhatikan oleh seluruh pengguna jasa supaya mematuhi syarat perjalanan yang telah ditetapkan dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan. Semangat dari darurat PPKM ini merupakan pembatasan mobilitas masyarakat untuk menekan tingginya penyebaran Covid-19,” paparnya.

Dijelaskannya, dari keterangan tertulis PT ASDP Indonesia, Feri dilakukan pembatasan jumlah penumpang hingga 50% dari kapasitas seperti biasa kemudian menunjuk hasil negatif PCR yang samplenya diambil kurun waktu 2 x 24 jam maksimal.

Hal diatas merupakan syarat ketentuan penyeberangan Kalimantan dan Sulawesi namun untuk penyeberangan di wilayah Jawa dan Bali berbeda lagi syarat ketentuannya.

Untuk area Jawa dan Bali mereka para penumpang diwajibkan menunjukan kartu vaksin dan hasil tes antigen atau PCR kemudian calon penumpang juga wajib mengisi e-HAC Indonesia.

“Kami disini, ASDP Batulicin tidak memberlakukan ketentuan seperti di Jawa dan Bali sebab tidak ada penyeberangan ke area tersebut,” kata Sunaidi.

Meskipun jumlah penumpang dari Batulicin ke Garongkong menurun namun operasi perjalanan cukup lancar. “Dalam satu minggu kapal beroperasi dua kali, sebaliknya dari Sulawesi ke Batulicin dua kali dalam satu minggu,” tukasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait