Banjarbaru, kalselpos.com – Harapan peternak di Banua untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk ganti rugi hewan peliharaan mereka yang mati dan hilang akibat banjir besar yang melanda Kalsel pertengahan Januari 2021 lalu belum ada titik terang kapan akan diberikan.
Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel, Suparmi kepada kalselpos.com di Banjarbaru, Jumat (2/7/2021) mengungkapkan, Disbunnak sudah melakukan proses perumusan dan sudah mengusulkan ke Pemprov Kalsel dan pemerintah pusat perihal ganti rugi tersebut.
“Usulan sudah naik keatas semuanya. Jadi kami dari dinas teknis untuk bantuan dana hibah itu kita naikan ke Pemprov Kalsel dalam hal ini Bappeda, Bakeuda hingga digodok kembali sesuai dengan kondisi keuangan daerah,” terangnya.
Suparmi membeberkan, pihaknya sudah menginstruksikan pemda dan pemkot untuk adanya sharing anggaran dan itu sudah dilaksanakan.
Khusus untuk ternak itik, terang Suparmi, saat ini sudah selesai proses verifikasi. Tidak cukup di provinsi, untuk ganti rugi ternak itik juga diusulkan bantuan ke pemerintah pusat.
Sedangkan untuk ternak sapi, Suparmi belum bisa memastikan apakah bantuan ganti rugi bisa diberikan.
“Untuk sapi masih menunggu, nanti memberi harapan, yang jelas masih dalam proses,” singkatnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir besar yang melanda 11 kabupaten/kota di Kalsel telah menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi peternak.
“Dampak banjir di sektor peternakan sebesar Rp8.388.595.000. Paling besar dialami peternak sapi, kerbau, kambing dan ayam di Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut dan Banjarbaru,” ujar Suparmi awal Februari 2021 lalu.
Kemudian data rilis dari Disbunnak Kalsel yang diterima kalspos.com menyebutkan, hingga bulan Februari 2021, ternak sapi yang tergerus banjir 1.900 ekor, ayam buras 88.000 ekor, ayam petelur 11.000 ekor dan itik 23.000 ekor.





