Setelah serangan ke warga tak bersalah, Pertempuran diminta Dihentikan

Warga yang mengungsi dari pertempuran di kota bagian barat laut Myanmar.(ist)(kalselpos.com)

Naypyidaw, kalselpos.com – Setelah empat orang tewas dan lebih dari delapan lainnya luka-luka ketika sekelompok orang yang sebagian besar perempuan dan anak-anak berlindung di sebuah gereja untuk menghindari pertempuran, maka pemimpin Katolik Roma di Myanmar menyerukan agar serangan terhadap tempat-tempat ibadah diakhiri,(26/5/21).

Kardinal Charles Maung Bo, yang merupakan Uskup Agung Yangon, dalam sebuah surat yang diunggah di Twitter, mengungkapkan, dengan kesedihan dan rasa sakit yang luar biasa, kami mencatat penderitaan kami atas serangan terhadap warga sipil yang tidak bersalah, yang mencari perlindungan di Gereja Hati Kudus, Kayanthayar.

Bacaan Lainnya

“Gereja di distrik Loikaw, ibu kota Negara Bagian Kayah yang berbatasan dengan Thailand, mengalami kerusakan parah selama serangan,” ujar BO

Bo menyampaikan, bahwa gereja, rumah sakit, dan sekolah dilindungi selama konflik oleh konvensi internasional.

“Pertempuran harus dihentikan. Kami mohon kepada kalian semua mohon jangan meningkatkan perang,” imbaunya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait