Meski Corona, Mentan tetap Kunjungi Pertanian Batola

MARABAHAN, Kalselpos.com– Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (16/05/2020).

 

Bacaan Lainnya
Gubernur Kalsel dan Bupati Batola saat menyambut kedatangan Mentan ke Batola. (Ist)

 

Kehadiran SYL yang didampingi sejumlah Dirjen dan staf ahli Kunker di Batola, selain meninjau lahan pertanian padi milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Surya Indah di Desa Karang Indah Kecamatan Mandastana sekaligus menawarkan konsep optimasi dan percepatan pertanian.

“Setelah melihat di lapangan, apa yang dilakukan pak gubernur dan bupati kelihatannya apa yang dilakukan di Kalsel yang memiliki lahan pertanian sekitar 300.000 hektar ini mampu diandalkan untuk dijadikan bagian dari ketahanan pangan nasional,”ucapnya.

Ungkapan itu diutarakannya Mentan di hadapan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta, Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Firmansyah, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS dan jajaran forkopimda beserta pejabat terkait Provinsi Kalsel dan Batola.

Dia menilai kondisi pertanian di Batola cukup memadai dan sangat menjanjikan. Oleh karenanya ia mengharapkan segera membuat kesepakatan konsep optimasi.

Sedangkan penggarapannya diharapkan secepatnya atau paling tidak dimulai panen berikutnya.

“Nanti kita buat kesepakatan dengan konsepsi bersama mulai dari pusat, provinsi, dan kabupaten. Saya juga bersedia tempatkan 2, 3 atau 4 profesor untuk membantu membuat konsepsinya,”cecarnya.

Melalui konsep optimasi yang dilakukan, ia berharap hasil pertanian yang dilakukan bisa lebih besar dari apa yang telah dicapai selama ini.

Terlebih pertanian juga menerapkan pola tumpang sari seperti tanaman jeruk, sayur mayur, dan lainnya yang bisa menambah pendapatan petani.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih atas kesediaan Mentan ke beberapa daerah di Kalsel.

Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel itu berharap kehadiran menteri semakin memberi semangat dan tekad petani di Kalsel untuk terus mengembangkan dan memajukan pertanian, khususnya padi.

Selain itu, Paman Birin mengungkapkan selama 5 tahun terakhir produksi padi di Kalsel tak pernah kurang dari 2 juta ton sehingga selalu surplus.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Disampaikannya, secara nasional Kalsel menempati urutan 10 dari 22 provinsi penyangga beras nasional, kendati luas wilayahnya paling kecil di Kalimantan.

Semua itu bisa dicapai, berkat kesungguhan dan keseriusan para petani dalam mengelola persawahan serta berkat dukungan pihak Kementan termasuk dengan Program Serasi yang sedang dijalankan, sebutnya”.

Ternyata, kunjungan Mentan SYL di Batola juga berisi penyerahan sejumlah bantuan di antaranya alat panen otomatis Combine Harvester, bibit benih padi unggul kepada Kelompok Tani Karya Indah Karang Indah, dan hand traktor kepada UPJA Amanah Desa Karang Indah.

Usai melakukan kunjungan di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Mentan dan rombongan melanjutkan perjalanan meninjau lahan pertanian Gapoktan Tani Bersama dan Serumpun di Desa Manarap Baru Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.

Penulis : Muliadi
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait