KANDANGAN, Kalselpos.com- Sebagian masyarakat masih belum mengerti program Pemerintah Pusat, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kementerian Desa dan Kementerian Sosial bagi warga terdampak Covid-19 yang diberikan sebesar Rp.600.000 selama tiga bulan.
Dua program BLT bagi terdampak Covid-19 masing-masing memberikan bantuan Rp.600.00 per kepala keluarga, dengan syarat dan ketentuan, belum mendapatkan bantuan rutin, baik dari Pemerintah Pusat, Provinisi dan Daerah, seperti program PKH, BPNT, Pra Kerja, dan batuan lainnya.
Plt Dinas PMD Kabupaten HSS, Subagiyo, Kamis (30/4) mengatakan menindak lanjuti program BLT Kementerian Desa sudah mengambil langkah-langkah dan pendataan melalui semua kecamatan dan desa akan disalurkan dalam tiga tahap.
Tahap pertama penerima BLT Dana Desa sebanyak 15.057 kepala keluaga, dan tahap kedua bisa berubah untuk mengkaper warga yang terdampak ketinggal waktu pendataan.
“Tahap pertama ini dana disalurkan secara cash Rp 600.000 dan tahap selanjutnya disalurkan melalui perbankan ,” ujarnya.
Hari ini, kata Subagiyo, menyerahan BLT dana desa sudah mulai dibagikan di dua kecamatan, yakni Loksado dan Kalumpang. ” Di Laksado dua desa, di Kalumpang empat desa. Yang lain Insya Alah minggu depan,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten HSS, Nordiansya, mengatakan progrm BLT Kementerian Sosial mengusulkan, dan data yang valid sebanyak 9.489 dan telah disalurkan melalui Bank BRI sebanyak 326 dan Bank BNI sebanyak 562. “BLT Kementerian Sosial yang telah disalurkan sebanyak 888 kepala kelurga,” ujar Nordiansya.
kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan
Selatan dan Nasional
Sementara dari PT Pos sudah masuk datanya sebanyak 6.505. “Sisanya akan menyusul, sesuai dengn kouta yang diberikan oleh Kemensos. Dan hasil Vicon dengan menteri yang belum akan direalisasikan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten HSS, Achmad Fikry didampingi Wakil Bupati, Syamsuri Arsyad, mengatakan sebelum program Pemerintah Pusat diluncurkan, Pemkab HSS sudah mengeluarkan beberapa kebijakan memberikan bantuan bagi sosial yang bersentuhan langsung dengan msyarakat, yakni beras sejahtera, jadup lansia, anak-anak yatim, veteran dan janda veteran dan bantuan jaring pengaman sosial sebanyak 1.029 warga terdampak Covid-19.
Dikatakan bupati, dua program BLT Kementerian Desa dan Kementerian Sosial telah di data dan seleksi, sesuai dengan ketentuan. “BLT Dana Desa di data oleh pemerintah desa, dan BLT Kemensos sesuai dengan data yang dimiliki pihak Kemensos,” ujanya.
Untuk pendataan BLT Dana Desa dan BLT Kemensos yang tidak masuk dalam pendataan, sementara masyarakat benar-benar terdampak Covid-19, dan tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar, segera melapor kepala Pemerintah Daerah (Pemda). “Insya Allah, Pemda akan memberikan bantuan dan tidak dalam bentuk BLT, tapi bantuan kebutuhan dasar,” ujarnya.
Bupati berharap warga masyarakat terdampak Covid-19 jujur kalau tidak termasuk dalam data BLT baik Dana Desa maupun Kemensos, dan tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar. “Segera hubungi kami, bisa dinas sosial, camat dan kesempatan pertama akan dibantu,” ujar bupati.
Selain itu, ia berharap kepada yang terdampak Covid-19 tidak masuk data BLT dan merasa betul-betul tidak mampu tidak usah diperdebatkan. “Laporkan kepada kami, setelah diferivikasi bantuan langsung diberikan. Jangan berdebat lagi, karena masalah tak akan pernah selesai,” ujar bupati.
Penulis : Sofan
Editor : Wandi
Penanggung Jawab : SA Lingga
Download aplikasi kalselpos.com versi android kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com
kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan
Selatan dan Nasional





