Rantau, kalselpos.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tapin memperluas akses layanan administrasi kependudukan hingga ke desa melalui program jemput bola. Kegiatan itu digelar di Desa Pabaungan Hilir, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kamis (9/4/2026) siang
Layanan langsung di lapangan tersebut memfasilitasi pengurusan berbagai dokumen penting, mulai dari akta kelahiran, akta kematian, hingga pembaruan data kependudukan. Program ini ditujukan untuk menjangkau warga di wilayah yang selama ini terkendala jarak ke kantor pelayanan.
Perwakilan Disdukcapil Kalsel melalui Kabid Fasilitasi Pencatatan Sipil Disdukcapil Provinsi Kalsel mengatakan, dokumen administrasi kependudukan merupakan syarat dasar untuk memperoleh berbagai layanan publik.
“Dokumen kependudukan bukan hanya identitas, tetapi menjadi kunci akses pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga layanan ekonomi,” ujarnya.
Ia menilai rendahnya kepemilikan dokumen di sejumlah wilayah masih dipengaruhi faktor geografis dan minimnya kesadaran masyarakat. Karena itu, pendekatan jemput bola dinilai efektif untuk mempercepat cakupan layanan sekaligus mendorong warga segera mencatatkan setiap peristiwa penting.
“Peristiwa seperti kelahiran, perkawinan, perceraian, hingga kematian harus segera dicatatkan agar memiliki kekuatan hukum dan menghindari persoalan di kemudian hari,” kata Reza.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tapin, Ika Alamsyah, menyebut program tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kepemilikan dokumen kependudukan secara menyeluruh.
Ia mengungkapkan capaian akta kelahiran usia 0–18 tahun di Tapin telah melampaui target nasional, namun masih diperlukan percepatan di tingkat desa.
“Dengan layanan yang mendekat ke masyarakat, proses menjadi lebih cepat dan mudah, terutama bagi warga yang selama ini sulit menjangkau kantor Dukcapil,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Candi Laras Selatan, Hj Rusmiati, menilai kegiatan tersebut membantu warga melengkapi dokumen yang tertunda. Menurut dia, keterbatasan akses selama ini menjadi kendala utama di wilayah pedesaan.
“Program ini sangat membantu masyarakat. Kami berharap kegiatan jemput bola dapat dilakukan secara berkala agar seluruh warga memiliki dokumen yang lengkap,” katanya.
Pemerintah menargetkan melalui layanan langsung ke desa, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan terus meningkat. Data yang akurat dinilai krusial untuk menjamin perlindungan hak warga sekaligus menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





