Tanjung, kalselpos.com – PT Adaro Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan air tambang. Di bawah kepemimpinan operasional yang ketat, perusahaan memastikan bahwa setiap tetes air yang keluar dari area tambang telah melalui proses pengolahan yang memenuhi standar kualitas lingkungan.
Mine Services Department Head PT Adaro, Sofyan Hadi menjelaskan bahwa operasional pengelolaan air di PT Adaro berlangsung selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 365 hari setahun.
“Kami tidak ada istilah hari libur, bahkan saat Lebaran sekalipun. Tim kami tetap bekerja di lapangan untuk memantau kualitas air secara real-time,” ucap Sofyan di Tanjung Kamis (2/4).
Sistem pemantauan ini bahkan telah terintegrasi langsung dengan database kementerian terkait, sehingga pihak regulator dapat melakukan pengecekan sewaktu-waktu terhadap parameter kualitas air seperti tingkat kekeruhan (turbiditas) dan volume air yang dialirkan.
Untuk mencakup area operasional yang sangat luas, PT Adaro mengoperasikan total 18 kolam penampungan dan pengolahan air (settling ponds). Infrastruktur ini tersebar di dua wilayah utama, wilayah Tabalong ada 8 kolam pengolahan dan wilayah Balangan ada 10 kolam pengolahan.
Seluruh air dari area tambang wajib masuk ke dalam sistem kolam ini terlebih dahulu. “Prinsip kami jelas, tidak boleh ada air yang keluar ke lingkungan sebelum melewati proses treatment di kolam-kolam ini,” tambah Sofyan.
Alur pengelolaan air dimulai dari pengumpulan air tambang ke dalam kolam penampungan. Di sana, air akan melalui proses pengolahan untuk menurunkan kadar material tersuspensi dan menstabilkan parameter kimiawi lainnya.
Titik krusial dari proses ini berada di Titik Penaatan (compliance point). Sebelum pintu air dibuka menuju badan air umum (sungai), air harus dinyatakan comply atau memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Bagi PT Adaro, pengelolaan air bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan bagian dari Indikator Kinerja Utama (KPI) seluruh karyawan, dari level manajemen hingga operator di lapangan.
“Kami menanamkan target Zero Environmental Incident dan Zero Accident. Setiap personil bertanggung jawab penuh memastikan tidak ada insiden lingkungan sekecil apa pun yang terjadi akibat operasional kami,” pungkas Sofyan.
Dengan sistem yang transparan dan teknologi pemantauan mutakhir, PT Adaro berharap dapat terus menjadi pionir dalam praktik pertambangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





