Banjarbaru, kalselpos.com–
Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby meminta seluruh panitia Harjad Banjarbaru ke 27 melakukan rasionalisasi terhadap anggaran guna memastikan penggunaan dana efektif dan tidak berlebihan namun tidak mengurangi makna peringatan hari istimewa itu.
“Setiap kegiatan dihitung cermat dan efisien, karena kami ingin peringatan tetap meriah, tetapi tidak berlebihan dalam penggunaan anggaran,” ujar Lisa usai memimpin rapat finalisasi di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (1/4) kemarin.
Lisa menyebutkan, rencana awal anggaran puncak Harjad 20 April 2026 sebesar Rp1,45 miliar lebih dan panitia berhasil menekan menjadi Rp293 juta sehingga terjadi penghematan yang mencapai Rp1,16 miliar.
“Penggunaan anggaran yang efektif dan tidak berlebihan juga sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait besarnya anggaran yang disiapkan untuk mendukung peringatan hari jadi,” ungkapnya.
Wali Kota perempuan pertama di Kota Banjarbaru itu juga mengambil satu keputusan tegas menghentikan pola pembiayaan melalui donasi terbuka dari pihak ketiga yang sudah menjadi kebiasaan jelang peringatan hari jadi.
“Saya minta ke depan tidak ada lagi open donasi untuk membiayai hari jadi. Ini yang terakhir dan tata kelola pendanaan lebih tertib, transparan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat,” ucapnya.
Dikatakan Lisa, peringatan hari jadi selain efisiensi anggaran, juga harus menjadi milik seluruh masyarakat, bukan hanya dirasakan oleh kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkot Banjarbaru.
“Kami instruksikan pejabat eselon III dan IV memberikan tempat duduk mereka kepada warga dalam acara puncak. Berikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat karena hari jadi kota kita bersama,” pesannya.
Ditambahkan Lisa, pihaknya ingin agar peringatan Harjad ke-27 memiliki nilai spiritual sehingga menggelar Shalat Hajat di Masjid Agung Al-Munawwarah Banjarbaru diisi tausiyah pendakwah nasional Ustadz Hanan Attaki.
Lisa memastikan seluruh biaya untuk menghadirkan penceramah kondang itu ditanggung dana pribadi, bukan anggaran pemerintah maupun panitia dan diharapkan menjadi momentum kebersamaan sekaligus perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Peringatan hari jadi harus menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus wujud kebersamaan kita semua. Mari kita gawi sabarataan, bakurinah gasan Banjarbaru Emas,” katanya seraya menyebut tema hari jadi itu.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





