Pemko Banjarmasin kembali incar lahan milik PT Pelindo, Aset strategis terancam jadi sarang masalah 

Teks foto : Aset lahan milik PT Pelindo telihat kumuh.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Aset lahan strategis di kawasan Pelabuhan Martapura. Setelah bertahun-tahun terbengkalai, Pemerintah Kota Banjarmasin kini kembali incar lahan milik PT Pelindo yang berada di jantung kota.

 

Bacaan Lainnya

Plt Sekretaris Daerah Banjarmasin, Dolly Syahbana mengungkapkan pihaknya tengah berupaya membuka kembali komunikasi dengan PT Pelindo, khususnya jajaran manajemen yang kini berada di bawah koordinasi Surabaya.

 

“Dulu kita sudah sempat MoU tahun 2019, tapi tidak berlanjut karena pergantian manajemen. Sekarang kita coba bangun komunikasi lagi, meski kewenangannya ada di Surabaya,” ujar Dolly, Kamis (3/4/26).

 

Namun hingga kini, komunikasi tersebut belum benar-benar terjalin. Pemko masih menelusuri jalur koordinasi yang tepat untuk membahas pemanfaatan aset tersebut.

 

Kondisi lahan yang dibiarkan begitu saja kini memicu kekhawatiran. Selain terlihat kumuh, kawasan tersebut juga disebut rawan tindak kriminal.

 

“Di sana itu sudah sangat semak, rawan. Bahkan sempat ditemukan mayat. Ini yang kita khawatirkan. Jangan sampai jadi titik kumuh baru di Banjarmasin,” tegas Dolly.

 

Pemko berharap ada kejelasan status dan pemanfaatan lahan, baik dikelola Pelindo sendiri maupun melalui kerja sama dengan pemerintah kota atau pihak lain.

 

Sementara itu, Junior Manager Umum dan Humas PT Pelindo Sub Regional Kalimantan, Suprayogi Sumarkan, menyebut pihaknya sebenarnya sudah merespons ketertarikan Pemko.

 

“Sekitar sebulan lalu sudah kami surati Pemkot terkait penawaran dari Koperasi Merah Putih. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan, kerja sama tetap terbuka, namun harus mengikuti aturan yang berlaku karena aset tersebut merupakan milik BUMN.

 

“Tidak bisa langsung pemerintah ke pemerintah. Harus ada skema, misalnya lewat pihak ketiga. Itu yang harus dipenuhi,” jelasnya.

 

Menariknya, lahan yang berada di lokasi strategis itu ternyata sudah beberapa kali diminati investor, termasuk pihak swasta besar. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan yang benar-benar terealisasi.

 

“Sudah pernah ditawarkan ke beberapa pihak, termasuk pemilik Duta Mall dan Amanah. Tapi belum ada yang cocok. Kita terbuka, selama sesuai aturan dan RTRW kota,” tutupnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait