Bupati Tapin Jenguk Korban Dugaan KDRT, Pemda Pastikan Pendampingan Hingga Pulih

Teks foto Bupati Tapin H Yamani dan Istri Juga Ketua PKK Tapin Hj Faridah Yamani mengunjungi korban AR (31) kasus Dugaan KDRT.(ist)(kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Tapin menegaskan komitmennya dalam menangani kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di alami oleh Korban berinisial AR (31) dan juga memberikan dukungan menyeluruh termasuk pendampingan psikologis dan pemulihan trauma.

 

Bacaan Lainnya

Hal itu di sampaikan Bupati Tapin H Yamani usai menengok Korban di rumah keluarganya Jalan Pelita Kelurahan Malingkung Kecamatan Tapin Utara. Kamis (2/4/2026) siang.

 

Kunjungan itu Bupati didampingi Istri sekaligus Ketua PKK Tapin Hj Faridah Yamani dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Hj Marsidah dan Kabag Prokpim Setda Tapin Ahmad Ebet Riyadi serta jajaran DP3A Tapin.

 

Bupati Tapin H. Yamani menyampaikan keprihatinannya saat menjenguk korban yang merupakan pegawai di Dinas Pariwisata. Ia menyebut kondisi korban masih membutuhkan penanganan serius.

 

“Atas nama pemerintah daerah, kami turut prihatin. Kondisi korban masih trauma sehingga perlu waktu untuk pemulihan,” ujarnya usai menengok Korban di rumahnya.

 

Menurutnya, pemulihan tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga kondisi mental yang terdampak cukup berat akibat peristiwa tersebut. Ia berharap korban dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti semula.

 

Terkait proses hukum, pihaknya mempercayakan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk di proses sesuai aturan yang berlaku.

 

“Kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisan dan kita percayakan kepada kepada pihak berwenang,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Tapin, Marsidah, memastikan pihaknya terus melakukan pendampingan intensif terhadap korban.

 

Ia menjelaskan, pemeriksaan psikologis telah dilakukan dan menunjukkan korban masih mengalami trauma. Pemeriksaan lanjutan akan kembali dilakukan dalam waktu dekat untuk memantau perkembangan kondisi korban.

 

“Pendampingan terus kami lakukan agar kondisi psikologis korban dapat pulih secara bertahap,” jelasnya.

 

DP3A juga memberikan perhatian kepada anak korban yang turut mengalami dampak psikologis. Pendampingan diberikan agar kondisi anak segera membaik dan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk pendidikan.

 

Pemerintah daerah memastikan pendampingan akan terus dilakukan hingga korban dan keluarga benar-benar pulih, baik secara fisik maupun mental.

 

Dalam kunjungan itu Bupati dan Ketua TP PKK Tapin menyerahkan sejumlah bantuan dan diterima langsung oleh korban.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait