Jakarta, kalselpos.com – Anggota Pansus II Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), H Ardiansyah, S.Hut menekankan pentingnya percepatan penyusunan cetak biru Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah sekitar pertambangan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan konsultasi Pansus II ke Direktorat Pembinaan Pengusahaan Batubara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM di Jakarta.
Ardiansyah menyampaikan program PPM merupakan salah satu instrumen penting dalam memastikan keberadaan industri pertambangan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, penyusunan cetak biru PPM harus melibatkan berbagai pihak, terutama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, agar program yang disusun sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Cetak biru ini sangat penting sebagai pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi program PPM di wilayah tambang,” ujarnya.
Ia juga berharap dokumen tersebut segera disusun oleh pemerintah provinsi, dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dengan adanya cetak biru PPM yang jelas dan terarah, diharapkan program pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah tambang, khususnya masyarakat yang terdampak langsung, serta masyarakat Kalimantan Selatan secara umum.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





