BANJARMASIN, Kalselpos.com – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin yang baru, Machli Riyadi, yang baru di lantik, angkat bicara soal polemik kafe dan pelaku usaha yang “menyerobot” trotoar di kota itu.
Pihaknya menegaskan bahwa persoalan ini tak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut.
Kawasan Jalan Hasanuddin H.M. yang kini ramai dengan aktivitas usaha di atas trotoar, dinilai menjadi dilema klasik antara geliat ekonomi dan hak publik.
Di satu sisi, UMKM tumbuh pesat dan menggerakkan roda ekonomi. Namun di sisi lain, hak pejalan kaki justru terpinggirkan.
“UMKM harus hidup, tapi hak pejalan kaki juga tidak boleh dirampas,” tegas Machli, saat ditemui beberapa hari yang lalu.
Ia mengakui, fenomena ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang positif. Namun tanpa penataan yang jelas, kondisi tersebut berpotensi memicu kesemrawutan, mengganggu ketertiban umum, hingga merugikan masyarakat luas.
Meski demikian, Machli menegaskan pihaknya tidak akan mengambil langkah gegabah yang bisa mematikan usaha kecil. Sebaliknya, Pemko berkomitmen mencari solusi terbaik yang adil bagi semua pihak.
“Kami tidak ingin mematikan UMKM. Tapi trotoar harus kembali ke fungsinya. Kita cari solusi terbaik, win-win solution,” ujarnya.
Langkah konkret pun segera disiapkan. Koordinasi lintas instansi akan dilakukan untuk merumuskan penataan kawasan tersebut secara menyeluruh.
Pemerintah berjanji akan duduk bersama seluruh pihak terkait demi menghasilkan kebijakan yang tidak merugikan siapa pun.
“Yang jelas, semua harus diatur. Tidak boleh ada yang dirugikan,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





