Kemendagri Anugerahi Tapin Atas Kinerja Pelaporan Stunting

Teks foto Bupati Tapin H Yamani menerima sertifikat piagam penghargaan atas kinerja terbaik dalam penurunan stunting di Kabupaten Tapin.(ist)(kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com — Pemerintah Kabupaten Tapin menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia atas kinerja pelaporan terbaik dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting. Pengakuan itu menempatkan Tapin sebagai salah satu daerah dengan pelaksanaan aksi konvergensi paling konsisten di tingkat kabupaten/kota secara nasional.

 

Bacaan Lainnya

Penghargaan tersebut disampaikan dalam Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026 di Aula Bappelitbang Tapin, Kamis (26/3/2026), dan diterima langsung oleh Bupati Tapin, H Yamani.

 

Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Haris Prayoga, mengatakan penilaian didasarkan pada ketepatan waktu, kelengkapan, dan konsistensi laporan pelaksanaan program penurunan stunting sesuai pedoman pemerintah pusat.

 

“Tapin dinilai mampu menjaga kualitas pelaporan sekaligus memastikan keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program di lapangan,” ujar Meidy.

 

Selain penghargaan dari pemerintah pusat, Pemkab Tapin juga memberikan apresiasi kepada sejumlah perangkat daerah dan mitra, antara lain Tim PKK, Puskesmas Lokpaikat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta PLKB Kecamatan Tapin Utara yang dinilai disiplin dalam pelaporan dan pelaksanaan program.

 

Dikatakan Meidy, penguatan sistem pelaporan menjadi bagian penting dalam pengendalian program, termasuk untuk memantau realisasi anggaran dan capaian intervensi di tingkat desa dan kecamatan.

 

Bupati Tapin H Yamani menegaskan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor. Namun ia mengingatkan, capaian administratif harus sejalan dengan dampak nyata di masyarakat.

 

“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk memperkuat kerja-kerja lapangan. Fokus kita tetap pada penurunan angka stunting secara nyata,” kata Yamani.

 

Pemerintah Kabupaten Tapin menargetkan prevalensi stunting dapat ditekan hingga mendekati nol persen pada 2030.

 

Target itu ditempuh melalui penguatan intervensi gizi, peningkatan kualitas layanan dasar, serta konsolidasi program lintas perangkat daerah yang berkelanjutan.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait