Tiap tahun! Pedagang Pasar resah “amplop” THR atau sumbangan jelang Idul fitri 

Teks foto : Ratusan amplop yang mengatasnamakan infak dan sedekah.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Fenomena pungutan liar (pungli) berkedok Tunjangan Hari Raya (THR) kembali meresahkan pedagang pasar di Banjarmasin. Kali ini, praktik tersebut viral di media sosial setelah terjadi di Pasar Malabar, di mana sejumlah pedagang mengaku dipalak oleh oknum warga dengan nominal tertentu, bahkan dilengkapi kwitansi layaknya pungutan resmi.

 

Bacaan Lainnya

Aksi nekat ini langsung memicu respons cepat dari Satuan Tugas (Satgas) Perumda Pasar yang melibatkan Satpol PP, TNI, dan Polri. Dalam operasi yang digelar, petugas berhasil mengamankan seorang oknum yang diketahui berprofesi sebagai jaga malam di kawasan pasar.

 

Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, M Abdan Syakura, mengungkapkan bahwa praktik pungli berkedok THR bukanlah hal baru. Modus ini kerap muncul setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, dengan menyasar para pedagang yang sedang sibuk berjualan.

 

“Fenomena ini sudah terjadi sejak tahun lalu dan sering kami temui mendekati Lebaran. Saat patroli, kami tidak hanya mengamankan pelaku, tetapi juga menyita ratusan amplop yang mengatasnamakan infak dan sedekah,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

 

Untuk mencegah kejadian serupa, Perumda Pasar kini mengintensifkan patroli di sejumlah titik rawan seperti Pasar Sudimampir dan Sentra Antasari. Pengawasan juga akan diperketat dengan penempatan petugas keamanan di area strategis pasar.

 

Abdan pun mengingatkan para pedagang agar lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan pungutan yang mengatasnamakan THR atau sumbangan.

 

“Kalau ingin bersedekah, sebaiknya melalui lembaga resmi agar jelas dan tepat sasaran. Jangan sampai niat baik justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab,” tegasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait