Palangka Raya, kalselpos.com – Riuh percakapan dan aroma kuliner khas Ramadan menyelimuti kawasan Datah Manuah, Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya. Pasar Ramadan yang digelar selama hampir sebulan ini tidak hanya menjadi destinasi berburu takjil, tetapi juga menjadi bukti nyata geliat ekonomi masyarakat setempat.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, sebelumnya menyatakan optimisme bahwa pasar tahunan ini mampu mencapai target pendapatan yang signifikan. “Kami meyakini Pasar Ramadan di Datah Manuah bisa mencapai target transaksi sebesar Rp2 miliar,” ujarnya kepada awak media.
Target tersebut rupanya bukan sekadar harapan. Liaison Officer (LO) Pasar Ramadan Datah Manuah, Ngurah Putu, mengonfirmasi bahwa total transaksi sepanjang 19 Februari hingga 14 Maret 2026 telah melampaui angka Rp2 miliar.
“Omzet yang masuk mencapai lebih dari Rp2 miliar. Rinciannya terdiri dari transaksi tunai sekitar Rp1,7 miliar dan pembayaran melalui QRIS sebesar Rp407 juta,” ungkap Ngurah Putu saat diwawancarai, Senin (16/3).
Capaian impresif ini dihasilkan dari aktivitas 70 tenant yang menjajakan beragam hidangan, mulai dari kudapan tradisional hingga kuliner modern. Sebagai LO, Ngurah Putu menjelaskan bahwa perannya mencakup pendampingan operasional hingga pelaporan berkala kepada Pemerintah Kota Palangka Raya.
“Tugas kami melaporkan seluruh aktivitas harian di Pasar Datah Manuah kepada pemerintah kota,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti tren positif penggunaan sistem pembayaran digital (QRIS) di kalangan pedagang. Meski mulai meningkat, Ngurah mengakui masih ada pelaku usaha yang butuh pendampingan teknis. “Kami membantu menginput pendapatan harian bagi pedagang yang belum sepenuhnya memahami mekanisme teknologi tersebut,” katanya.
Di sisi lain, antusiasme pengunjung menyisakan catatan terkait penataan parkir. Banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan sempat menjadi sorotan. Ngurah menjelaskan, awalnya panitia menyiapkan lahan parkir di bagian belakang kawasan. Namun, hasil evaluasi menunjukkan lokasi tersebut kurang diminati karena jarak yang dianggap terlalu jauh dari area tenant.
“Pengunjung merasa terlalu jauh berjalan dari lahan belakang, sehingga area depan akhirnya lebih banyak digunakan,” jelasnya.
Ke depan, Ngurah berharap pengelolaan dan fasilitas pendukung Pasar Ramadan terus ditingkatkan agar dampak ekonominya bagi masyarakat semakin luas. Bagi warga Palangka Raya, Pasar Ramadan Datah Manuah kini telah menjelma menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kebersamaan, dan denyut ekonomi lokal yang terus tumbuh setiap tahunnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





