Banjarbaru, Kalselpos.com – Persoalan minimnya penerangan jalan umum (PJU) serta belum tersedianya saluran drainase menjadi keluhan utama warga saat kegiatan reses Anggota Komisi III DPRD Banjarbaru, Siska Monalisa, di Jalan Sukamaju, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Senin (9/3/2026).
Dalam dialog bersama warga tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur dasar di lingkungan mereka. Salah satu yang paling mendesak adalah pemasangan tiang PJU di sejumlah ruas jalan permukiman yang hingga kini masih minim penerangan.
Menanggapi hal itu, Siska Monalisa menjelaskan bahwa usulan pemasangan PJU di wilayah Landasan Ulin Barat sebenarnya sudah pernah disampaikan masyarakat beberapa waktu lalu. Namun, rencana tersebut sempat tertunda karena adanya pengalihan anggaran untuk kebutuhan lain yang dinilai lebih mendesak saat itu.
“Beberapa bulan lalu masyarakat sudah mengusulkan tiang PJU di Landasan Ulin Barat. Tapi karena ada kebutuhan mendesak terkait kursi dan meja di Sukamaju, anggarannya sempat dialihkan. Insya Allah pada perubahan anggaran nanti akan kita usulkan kembali untuk PJU di daerah ini,” ujarnya.
Selain penerangan jalan, warga juga menyoroti kondisi drainase di Gang Sejahtera, Landasan Ulin Barat, tepatnya di sekitar SMP Negeri 10 Banjarbaru. Hingga saat ini kawasan tersebut belum memiliki saluran pembuangan air yang memadai.
Akibatnya, setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun, sebagian rumah warga kerap terdampak genangan bahkan banjir. Warga pun berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat segera membangun drainase di wilayah tersebut.
“Masyarakat meminta bantuan dari pemerintah, khususnya Dinas PUPR, untuk membuat drainase di Gang Sejahtera. Di sana memang belum ada sama sekali salurannya,” kata Siska.
Ia menambahkan, warga setempat bahkan menyatakan kesiapannya untuk menandatangani kesepakatan bersama sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan drainase tersebut.
Menurutnya, wilayah Liang Anggang masih membutuhkan perhatian lebih dalam hal pembangunan infrastruktur.
Ia menilai selama kurang lebih 15 tahun terakhir, pembangunan di kawasan tersebut relatif tertinggal dibanding wilayah lain di Kota Banjarbaru.
“Saya melihat selama 15 tahun ini banyak pembangunan infrastruktur di wilayah Liang Anggang yang tertahan. Saya masih mempelajari di mana titik permasalahannya, apakah dari regulasi atau hal lain,” ujarnya.
Meski demikian, Siska optimistis kondisi tersebut dapat diperbaiki melalui sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan DPRD.
“Alhamdulillah, sekarang saya melihat ada sinergi yang baik antara pemerintah dan dewan untuk kemaslahatan masyarakat Kota Banjarbaru,” tambahnya.
Ia berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses ini dapat mulai direalisasikan, baik melalui perubahan anggaran tahun berjalan maupun pada tahun anggaran berikutnya, meskipun saat ini pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





