Rantau,kalselpos.com — Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin menyalurkan bantuan telur kepada anak yang terindikasi stunting di Kecamatan Bakarangan, Senin, (9/3/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat intervensi gizi bagi keluarga berisiko stunting.
Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani mengatakan kegiatan tersebut terintegrasi dengan program peningkatan kapasitas keluarga melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Selain bantuan pangan, keluarga juga diberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi anak.
Menurut Faridah, setiap anak sasaran menerima 60 butir telur sebagai tambahan asupan protein. Bantuan ini diharapkan membantu memperbaiki status gizi anak sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya pola makan bergizi.
“Kegiatan ini tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memberi pemahaman kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan anak,” ujarnya.
Program tersebut merupakan bagian dari inovasi daerah BAGASING (Bersama Cegah Anak dari Stunting) yang dijalankan melalui kolaborasi TP PKK dan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapin H Syarifudin mengatakan penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor. Selain intervensi gizi, pemerintah juga memperkuat edukasi keluarga agar pola asuh dan pola konsumsi anak semakin baik.
Ia menilai pendekatan tersebut penting karena stunting tidak hanya dipengaruhi faktor pangan, tetapi juga pengetahuan keluarga tentang kesehatan dan gizi.
Pemerintah Kabupaten Tapin menargetkan berbagai program intervensi yang dijalankan dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak di daerah.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





