Monitoring Cetak Sawah di HST dapat Tambahan Alokasi 6.000 Hektare

Teks Foto:  []istimewa LAKUKAN PENIJAUAN -  Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman bersama tim Kementerian saat melakukan peninjauan program cetak sawah(kalselpos.com)

Barabai, kalselpos.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, melakukan monitoring dan pendampingan kegiatan cetak sawah di Desa Setiap, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut juga melibatkan tim dari Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian, Kamis (05/03/2026), di Barabai.

 

Dalam peninjauan tersebut, Syamsir Rahman menyampaikan laporan perkembangan program cetak sawah kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah terkait kondisi di lapangan.

 

Ia menjelaskan, lokasi yang dikunjungi merupakan salah satu kawasan yang menjadi sasaran program cetak sawah dan mendapatkan pengawalan langsung dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

 

Menurut Syamsir, pemerintah pusat memberikan tambahan waktu pelaksanaan program hingga 31 Maret mendatang guna memaksimalkan penyelesaian pekerjaan di lapangan.

 

“Dari Kementerian sudah memberikan penambahan waktu sampai tanggal 31 Maret. Ini untuk memastikan kegiatan cetak sawah bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Namun demikian, ia mengakui terdapat sejumlah kendala yang terjadi selama proses pengerjaan, terutama pada periode September hingga Desember lalu. Kondisi air yang tinggi pada saat itu cukup mempengaruhi progres pekerjaan di lapangan.

 

Syamsir menjelaskan, realisasi pekerjaan baru dapat kembali berjalan ketika kondisi air mulai surut pada awal tahun ini. Bahkan peralatan berat baru bisa didatangkan menggunakan ponton dari daerah lain.

 

“Baru-baru ini air sudah mulai surut sehingga alat berat bisa dibawa menggunakan ponton oleh penyedia. Petani di sini juga sudah mulai menanam,” katanya.

 

Ia menambahkan, meskipun menghadapi berbagai kendala, para penyedia jasa dan petani tetap berupaya menjalankan kegiatan tersebut secara bertahap.

 

Ke depan, program ini akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi pangan di daerah.

 

Syamsir juga mengungkapkan, Kalimantan Selatan kembali mendapatkan alokasi program cetak sawah baru dari pemerintah pusat, pada tahun 2026.

 

“Untuk tahun 2026, Kalimantan Selatan kembali mendapatkan alokasi cetak sawah sekitar 6.000 hektare,” ungkapnya.

 

Ia berharap program tersebut dapat berjalan lebih baik sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.

 

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus mengawal dan menjalankan arahan dari Menteri Pertanian, terutama dalam kegiatan optimasi lahan dan program cetak sawah,” jelasnya.

 

Dalam kegiatan monitoring tersebut, tim juga harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer menuju lokasi cetak sawah. Meski dilakukan di tengah bulan suci Ramadan, kegiatan tetap berjalan guna memastikan program strategis tersebut berjalan sesuai rencana.

 

“Mudah-mudahan ke depan pelaksanaannya bisa lebih baik lagi,” pungkas Syamsir Rahman.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait