Pemprov Kalsel Perkuat Pengawasan Harga Pangan Jelang Idulfitri

Teks foto : KENDALIKAN INFLASI - Pemprov Kalsel saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual dari Command Center Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Banjarbaru yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, Selasa (3/3). (ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memantau perkembangan inflasi daerah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Selasa (3/3/2026).

 

Bacaan Lainnya

Mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mursyidah Aminy, mengikuti jalannya rakor dari Command Center Kantor Sekretariat Daerah Kalsel di Banjarbaru, didampingi Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya.

 

Usai rapat yang dipimpin Sekjen Kemendagri Tomsi Thohir tersebut, Eddy memaparkan bahwa inflasi nasional secara bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 4,76 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Dua komponen utama yang menjadi pemicu inflasi adalah kenaikan harga emas dan penyesuaian tarif listrik.

 

“Kenaikan harga emas sangat dipengaruhi kondisi global, termasuk dinamika di Timur Tengah. Dalam 30 bulan terakhir, harga emas terus merangkak naik hingga mencapai level tertinggi saat ini,” ujar Eddy.

 

Selain emas, faktor tarif listrik turut memberikan andil besar. Eddy menjelaskan, pada Januari dan Februari 2025, pemerintah sempat memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen.

“Saat dibandingkan secara tahunan (year-on-year) dengan Februari 2026, tentu terjadi lonjakan yang signifikan karena basis perbandingan tahun lalu yang rendah akibat diskon tersebut,” tambahnya.

 

Untuk wilayah Kalimantan Selatan, inflasi tahunan tercatat sebesar 5,97 persen. Angka ini sejalan dengan tren nasional yang didominasi oleh pengaruh harga emas dan tarif listrik. Meski demikian, Eddy memastikan kondisi harga pangan di Bumi Lambung Mangkurat relatif stabil.

 

“Harga pangan masih terkendali. Namun, mengingat saat ini memasuki Ramadan dan menjelang Idulfitri, pengawasan tetap kami tingkatkan, terutama pada komoditas volatile food seperti cabai rawit dan cabai merah yang mulai naik di berbagai daerah,” tegasnya.

 

Adapun inflasi bulanan Kalsel berada di angka 0,8 persen, yang dinilai masih dalam kategori terkendali.

Sementara itu, Sekjen Kemendagri Tomsi Thohir memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas upaya menjaga stabilitas harga.

 

Ia mencatat bahwa harga komoditas pada Ramadan tahun ini relatif lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan mayoritas harga masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).

 

Rapat koordinasi ini juga diikuti oleh perwakilan Polda Kalsel dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalsel secara daring sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga daya beli masyarakat.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait