BANJARMASIN, Kalselpos.com – Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran keluarga pelajar penerima beasiswa asal Kota Banjarmasin yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri.
Menyikapi situasi geopolitik yang belum sepenuhnya mereda, Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan seluruh santri dan santriwati dalam kondisi aman, namun tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdako Banjarmasin, Juli Khair, menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kondisi darurat yang menimpa para pelajar. Meski lokasi studi mereka tidak berada tepat di pusat konflik, kawasan Timur Tengah tetap dikategorikan rawan dampak eskalasi perang.
“Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi semua santri dan santriwati kita aman dan baik-baik saja,” ujar Juli Khair, selasa (3/3/26) kemarin.
“Baik yang berada di Tarim Hadramaut, Yaman maupun yang ada di Kairo, Mesir,” sambungnya.
Para pelajar tersebut diketahui menempuh pendidikan di Tarim, Hadramaut, Yaman serta di Kairo, Mesir dua kawasan yang menjadi tujuan utama program beasiswa keislaman Pemko Banjarmasin.
Meski situasi relatif kondusif, Juli menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan. Ia mengimbau para pelajar untuk membatasi aktivitas di luar area tempat tinggal dan belajar.
“Kami mengharapkan mereka meningkatkan kewaspadaan dan jangan berjalan jauh dari daerah tempat belajar mereka. Seperti kita ketahui, kawasan tersebut masuk zona Timur Tengah yang saat ini sedang berperang,” tegasnya.
Selain itu, komunikasi dengan perwakilan resmi pemerintah Indonesia di masing-masing negara juga diminta tetap terjaga. Koordinasi dinilai krusial apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
“Jangan sampai lepas hubungan dengan pihak perwakilan pemerintah Indonesia di sana. Ikuti arahan-arahan dari Kedutaan Indonesia setempat. Itu sangat penting demi keselamatan mereka,” pungkasnya.
Diketahui, program beasiswa pendidikan ke Timur Tengah yang digagas Pemko Banjarmasin telah berjalan sejak 2021. Hingga 2024, sebanyak 45 peserta telah diberangkatkan ke Hadramaut dan Kairo. Pada 2025, kembali ditambah 14 peserta, sehingga total pelajar asal Banjarmasin yang kini menempuh pendidikan di Timur Tengah mencapai 59 orang.
Seluruh penerima beasiswa merupakan warga Kota Banjarmasin yang dibuktikan dengan KTP atau Kartu Keluarga, serta berasal dari madrasah, pondok pesantren, maupun sekolah umum yang ingin memperdalam ilmu agama Islam. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diwajibkan mengabdikan diri untuk Kota Banjarmasin.
Di tengah bayang-bayang konflik, doa dan harapan keluarga di tanah air pun terus mengiringi langkah para pelajar tersebut agar tetap aman hingga kembali ke Banua dengan membawa ilmu dan pengalaman berharga.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





