Tudingan Manipulasi Proyek Cetak Sawah di HSS Dipastikan Tidak Benar

Teks foto: SEDANG BEKERJA – Sejumlah excavator apung dan unit dengan kapal ponton terlihat beroperasi di lokasi cetak sawah Desa Paramaian, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (28/2/2026).(kalselpos.com)

Kandangan, kalselpos.com –Tudingan adanya manipulasi maupun penyimpangan dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Cetak Sawah Rakyat Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dipastikan tidak benar.

Teks foto:
SEDANG BEKERJA – Sejumlah excavator apung dan unit dengan kapal ponton terlihat beroperasi di lokasi cetak sawah Desa Paramaian, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (28/2/2026).(kalselpos.com)

Hal tersebut terungkap setelah sejumlah wartawan turun langsung ke lokasi proyek yang dikerjakan CV Tia Yasmin Azam di Desa Paramaian, Kecamatan Daha Utara, Sabtu (28/2/2026).

Bacaan Lainnya

 

Di lapangan, aktivitas pengerjaan terlihat berjalan. Sejumlah excavator apung, termasuk unit yang menggunakan kapal ponton, tampak beroperasi di area cetak sawah yang berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan darat dan sungai dari Kota Kandangan.

 

Pihak perusahaan melalui Deputi Project Manager CV Tia Yasmin Azam, Faisal, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

 

“Kami bekerja berdasarkan spesifikasi teknis dan ketentuan dalam kontrak. Tidak ada pengurangan volume maupun upaya menyimpang dari perencanaan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

 

Ia menambahkan, seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan pengawasan dan mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan dalam proyek senilai Rp34 miliar tersebut.

 

Menurutnya, kondisi geografis dan karakteristik lahan rawa memang menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian, hal itu tidak menjadi hambatan bagi pihaknya untuk tetap menyelesaikan pekerjaan sesuai target.

 

“Pekerjaan fisik sudah rampung dan saat ini memasuki masa pemeliharaan. Kami tetap melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan hasil pekerjaan tetap terjaga dan siap digunakan,” jelasnya.

 

Faisal memastikan, komitmen perusahaan adalah menuntaskan proyek hingga benar-benar siap dimanfaatkan oleh kelompok tani. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan terbuka terhadap pengawasan dari pihak terkait.

 

Kepala Desa Paramaian, Syaifullah, membenarkan bahwa proyek cetak sawah tersebut akan melibatkan lima brigade kelompok tani dengan total 75 orang dalam tahap penanaman.

 

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan dapat melihat langsung fakta di lapangan bahwa proyek berjalan sesuai aturan yang berlaku.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait