Dewan soroti Sampah di Festival Pasar Wadai, Pemko diminta tegas

Teks: Eddy Junaidi(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Festival Pasar Wadai Ramadan yang digelar di kawasan Kilometer Nol Jalan Jenderal Soedirman, Kota Banjarmasin kembali disorot. Sebab tumpukan sampah yang terlihat di sekitar lapak pedagang dinilai jorok dan merusak estetika.

 

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Eddy Junaidi dari Fraksi Partai Demokrat, meminta Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengambil langkah tegas terhadap pedagang yang tidak menjaga kebersihan di area berjualan.

 

Menurut Eddy, masih rendahnya kesadaran sebagian pedagang dalam mengelola sampah menjadi persoalan yang harus segera ditangani. Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan upaya pemerintah kota yang selama ini terus mengampanyekan gerakan kebersihan dan penanganan sampah di Banjarmasin.

 

Ia menegaskan bahwa Festival Pasar Wadai merupakan salah satu kegiatan khas Ramadan yang menjadi kebanggaan masyarakat Banjarmasin. Karena itu, kebersihan kawasan festival harus menjadi perhatian bersama agar tidak merusak citra kota.

 

Eddy menilai keberadaan sampah yang berserakan di sekitar lokasi berjualan menunjukkan masih kurangnya kepedulian sebagian pedagang terhadap kebersihan lingkungan.

 

Pemerintah cecarnya, telah menyediakan fasilitas pendukung serta melakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung.

 

Ia mengatakan langkah persuasif memang tetap diperlukan, namun harus dibarengi dengan tindakan nyata agar memberikan efek jera. Karena itu, DLH dan Satpol PP diminta meningkatkan pengawasan serta memberikan sanksi kepada pedagang yang tidak mematuhi aturan kebersihan.

 

“Jika hanya sebatas imbauan tanpa adanya penegakan aturan, maka persoalan sampah akan terus berulang setiap kali kegiatan besar digelar,” singgungnya.

 

Selain itu, Eddy juga mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan tidak sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah. Para pedagang yang memanfaatkan ruang publik untuk berjualan juga memiliki kewajiban untuk mengelola sampah dari aktivitas mereka.

 

Ia menilai partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan kota, karena tanpa kesadaran bersama, upaya pemerintah dalam menangani persoalan sampah akan sulit mencapai hasil maksimal.

Festival Pasar Wadai Ramadan yang rutin digelar setiap tahun di kawasan strategis tersebut memang selalu dipadati pengunjung.

 

Tingginya aktivitas jual beli makanan otomatis meningkatkan volume sampah, mulai dari kemasan plastik, kertas, hingga sisa makanan.

Untuk itu, Eddy mendorong agar setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah di lapaknya masing-masing serta membuang sampah pada titik yang telah disediakan. Ia juga mengusulkan adanya petugas yang secara rutin melakukan pengawasan kebersihan di area festival.

 

“Festival Pasar Wadai harus tetap menjadi kebanggaan masyarakat, tidak hanya meriah tetapi juga tertib dan bersih. Dengan begitu Banjarmasin dapat dikenal bukan hanya sebagai kota seribu sungai, tetapi juga sebagai kota yang menjaga kebersihan lingkungannya,” ujarnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait