Banjarmasin, kalselpos.com — Pemerhati kebijakan publik dan pemerintahan, Dr Afif Khalid, mengaku miris dan prihatin atas banyaknya aduan masyarakat terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya selama bulan suci Ramadan.
Pernyataan tersebut disampaikan di Banjarmasin, Kamis (26/2/2026), menyoroti ketidaksesuaian antara standar operasional prosedur dan pelaksanaan di lapangan. Secara teori, menu MBG telah diarahkan berbeda setiap hari selama Ramadan, namun pelaksanaannya dinilai belum berjalan optimal.
Menurut Afif, tujuan utama program MBG untuk meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa sangat baik, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menekankan pentingnya optimalisasi peran ahli gizi di setiap SPPG serta tanggung jawab pemilik layanan agar program berjalan sesuai harapan.
Selain itu, kreativitas dan inovasi dalam penyajian makanan dinilai penting agar kualitas gizi tetap terjaga sekaligus menarik bagi penerima manfaat.
Afif juga mengingatkan, pelaksanaan program harus memperhatikan aspek hukum, termasuk perlindungan konsumen dan perlindungan anak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hak atas keamanan, informasi yang benar, dan perlakuan adil harus dijamin, terutama karena program menyasar anak sebagai penerima manfaat utama.
Ia menegaskan, pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung sanksi administratif hingga pidana.Dirinya
mengingatkan agar program MBG berjalan sesuai tujuan awalnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





