BANJARMASIN, Kalselpos.com – Suasana semarak Pasar Wadai di kawasan Nol Kilometer Kota Banjarmasin, diwarnai keluhan warga.
Seorang pengunjung, Muhammad Alif, mengeluhkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan tepat di tengah badan jalan hingga menghambat arus pejalan kaki.
Menurut Alif, kondisi tersebut membuat pengunjung harus berdesakan bahkan memutar arah karena akses utama tertutup lapak pedagang. Ia menilai penataan PKL di kawasan strategis itu terkesan semrawut dan kurang pengawasan.
“Posisinya persis di tengah jalan. Orang yang mau lewat jadi terhambat, apalagi kalau lagi ramai. Harusnya ada penataan yang lebih tertib,” keluhnya, Alif Senin (23/2/26) sore kemarin.
Pasar Wadai yang menjadi ikon tahunan kuliner Ramadan memang selalu dipadati pengunjung. Namun, keberadaan PKL yang mengambil ruang di jalur lalu lintas pejalan kaki dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Pemerintah kota dan panitia pelaksana segera turun tangan melakukan penertiban agar kenyamanan dan keselamatan pengunjung tetap terjaga,” tandasnya.
Sementara itu, Koordinator EO Festival Pasar Wadai Ramadan Kota Banjarmasin, Muhammad Budiansyah, mengklaim bahwa pihaknya sebenarnya sudah menyiapkan tempat khusus bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL).
“Untuk PKL memang sudah kami siapkan tempat tersendiri. Namun kemungkinan kapasitas yang ada belum bisa menampung seluruh PKL yang ingin berjualan. Meski begitu, untuk area Pasar Wadai sendiri kami tidak memperbolehkan PKL berjualan di luar zona yang sudah ditentukan, karena masing-masing sudah ada tempatnya,” ungkap Budiansyah.
Ia menerangkan bahwa fasilitas yang disediakan berupa space atau lahan berjualan sesuai kebutuhan pedagang.
“Yang kami sediakan itu berupa space saja. Ukurannya sudah kami sesuaikan, karena kami juga mengetahui kebutuhan masing-masing pedagang. Ada yang menggunakan gerobak, ada yang hanya lapak biasa, dan lahan yang kami siapkan memang menyesuaikan dengan kondisi tersebut,” ujarnya.
Terkait masih adanya PKL yang berjualan di tengah jalan, Budiansyah menegaskan bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan.
“Yang berjualan di tengah jalan itu sebenarnya tidak boleh. Memang masih ada yang memaksakan diri. Padahal sudah ada kesepakatan bersama dengan aparat, bahwa demi kenyamanan pengunjung Pasar Wadai agar tidak terjadi kemacetan dan penumpukan di jalan, kami akan melakukan penertiban,” tegasnya.
Ia menambahkan, penertiban akan dilakukan secara persuasif terlebih dahulu.
“Kami utamakan pendekatan persuasif. Kalau memang masih mengganggu arus jalan dan kenyamanan pengunjung, barulah akan diambil langkah lebih lanjut. Karena keberadaan PKL di tengah jalan itu jelas mengganggu arus lalu lintas dan pergerakan pengunjung,” tutupnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





