Banjarbaru, kalselpos.com–
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai mematangkan langkah strategis untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2030.
Upaya ini dilakukan melalui percepatan proyek strategis daerah serta penguatan koordinasi pemantauan pertumbuhan ekonomi secara berkala.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kalsel, Theodorik Rizal Manik, menyatakan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah pusat yang mewajibkan daerah membentuk tim khusus.
“Berdasarkan surat edaran pemerintah pusat, pemerintah daerah diwajibkan membentuk tim percepatan pertumbuhan ekonomi daerah 8 persen. Harapannya, pada 2029 angka tersebut sudah bisa kita dekati,” ujar Theodorik di Banjarbaru, Selasa (24/2/2026)
Selain pembentukan tim, Pemprov Kalsel juga diwajibkan melaporkan perkembangan ekonomi setiap bulan melalui laman Web Kendali Ekonomi Daerah. Laporan tersebut diteruskan kepada Pusat Kinerja (Pusker) Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk transparansi dan pengawasan.
“Kewajiban pelaporan ini sudah rutin kami laksanakan sejak September tahun lalu. Ini adalah bentuk komitmen dan konsistensi daerah dalam mengawal target pertumbuhan,” tambahnya.
Memasuki tahun anggaran baru, Bappeda Kalsel juga melakukan evaluasi terhadap struktur tim percepatan yang telah dibentuk tahun lalu. Peninjauan ulang ini bertujuan memastikan komposisi tim tetap relevan dalam menghadapi tantangan pembangunan terkini.
Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah poin krusial untuk mendongkrak ekonomi, antara lain: Pemantauan perkembangan APBD, percepatan proyek-proyek strategis daerah, penguatan sektor hilirisasi, serta peningkatan produktivitas.
Pemprov juga telah menyusun peta jalan (roadmap) pertumbuhan ekonomi yang terukur:
Tahun 2026 diproyeksikan berada di kisaran 5,8 persen. Tahun 2027
ditargetkan meningkat menjadi sekitar 6,5 persen sesuai dokumen perencanaan yang telah disusun dan pada akhir tahun 2030 peningkatan tersebut dirancang secara bertahap hingga mencapai 8,1 persen.
Melalui penguatan tata kelola perencanaan dan sinergi lintas sektor, Pemprov Kalsel optimistis target ambisius tersebut dapat tercapai demi kesejahteraan masyarakat Banua.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





