Banjarbaru, kalselpos.com –
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat koordinasi sinkronisasi data penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi korban bencana tahun 2021, di Aula Kantor Disperkim Kalsel, Banjarbaru, Kamis (19/2/2026).
Rapat yang dipimpin Kepala Disperkim Kalsel, Rahmiyanti Janoezir, ini bertujuan menyamakan persepsi antarinstansi terkait pelaksanaan bantuan RTLH dan penataan kawasan kumuh pada tahun anggaran 2026.
Pertemuan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial, BPBD, dan Bappeda Provinsi Kalsel.
Rahmiyanti menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor sangat krusial karena program bedah rumah juga dijalankan oleh Dinas Sosial. “Meski ada perbedaan spesifikasi teknis, standar penerima manfaat harus satu data dan satu pemahaman agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan korban bencana merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) Disperkim, khususnya untuk bencana skala provinsi. Namun, penyelesaian RTLH merupakan kerja kolektif yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Fokus utama rapat ini adalah pemutakhiran data penerima bantuan dengan merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih pemberian bantuan.
“Kita sepakat DTKS jadi rujukan utama. Kita harus pastikan penerima adalah masyarakat yang benar-benar berhak, terutama yang berada pada desil terbawah,” tegas Rahmiyanti.
Berdasarkan data Disperkim, masih terdapat sekitar seribu unit rumah korban bencana 2021 yang belum tertangani oleh provinsi. Namun, ia tidak menutup kemungkinan sebagian rumah tersebut telah diperbaiki melalui program kabupaten/kota atau BPBD.
“Jika sudah ditangani pihak lain, tentu pekerjaan rumah kita berkurang. Jika belum, akan kita petakan kembali agar penanganannya lebih terkoordinasi,” pungkasnya.
Melalui sinkronisasi ini, Pemprov Kalsel berharap penanganan RTLH di Kalsel menjadi lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana maupun warga di kawasan kumuh.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





