Launching CoE Banjarmasin 2026 di Bali Tuai Sorotan, Efisiensi Anggaran dipertanyakan

Teks foto :ICON Bali Istimewa(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Keputusan Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2026 di ICON Bali Mall, Pantai Sanur, Denpasar, Sabtu malam, 7 Februari 2026, langsung memantik perhatian publik. Di tengah gencarnya kebijakan efisiensi anggaran, langkah tersebut dinilai sebagian kalangan sebagai pemborosan dana daerah.

 

Bacaan Lainnya

Sorotan publik kian menguat setelah diketahui kegiatan tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjarmasin tahun 2026. Namun, Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan, pemilihan Bali sebagai lokasi peluncuran bukan keputusan sembarangan.

 

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menyatakan Bali dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai etalase pariwisata internasional.

 

“Bali adalah destinasi wisata dunia, tempat berkumpulnya wisatawan dari berbagai negara. Ini menjadi panggung promosi yang sangat efektif bagi Kota Banjarmasin yang sedang bertransformasi menjadi kota wisata,” ujar Ibnu Sabil.

 

Menurutnya, peluncuran CoE di Bali diharapkan mampu menjadi magnet kuat untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara agar melirik dan berkunjung langsung ke Kota Seribu Sungai.

 

Menanggapi kritik terkait urgensi kegiatan tersebut di tengah efisiensi anggaran, Ibnu Sabil tidak menampik bahwa promosi pariwisata membutuhkan biaya. Namun, ia menekankan bahwa anggaran tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi daerah.

 

“Dalam promosi wisata tentu memerlukan pembiayaan. Ini adalah investasi, sama seperti yang dilakukan kota dan provinsi lain di Indonesia, dengan harapan ada feedback nyata bagi Kota Banjarmasin,” jelasnya.

 

Ia menyebutkan, target yang ingin dicapai bukan hanya peningkatan citra daerah, tetapi juga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perputaran ekonomi masyarakat.

 

“Target akhirnya jelas, PAD meningkat dan ekonomi masyarakat bergerak seiring bertambahnya jumlah wisatawan yang datang ke Banjarmasin,” tambahnya.

 

Ibnu Sabil juga memastikan bahwa pelaksanaan Calendar of Event tahun ini telah melalui proses efisiensi yang ketat, termasuk dalam pemilihan lokasi peluncuran.

 

“Pembiayaan CoE tahun ini sudah sangat kami efisiensikan. Bali dipilih karena memang strategis sebagai kota destinasi wisata internasional,” tutupnya.

 

Berdasarkan data yang tercantum di laman spse.inaproc.id, tercatat paket pekerjaan langsung (PL) bertajuk Jasa Event Organizer Launching CoE Banjarmasin 2026. Kontrak kerja tersebut dibuat pada 3 Februari 2026 dengan nilai pagu paket sebesar Rp200 juta, yang bersumber dari APBD Kota Banjarmasin tahun 2026.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait