BANJARMASIN, Kalselpos.com – Keberadaan restoran apung di kawasan Siring Balai Kota Banjarmasin menuai sorotan tajam dari warga. Alih-alih mempercantik kawasan ikon Kota Seribu Sungai, bangunan terapung tersebut justru dinilai merusak estetika dan mengganggu pemandangan kota yang selama ini menjadi ruang publik kebanggaan masyarakat.
Keluhan warga pun bermunculan. Mereka menilai penataan restoran apung itu tidak selaras dengan konsep ruang terbuka dan panorama sungai yang seharusnya menjadi daya tarik utama kawasan siring.
“Awalnya siring ini terbuka dan indah, sungainya kelihatan luas. Sekarang tertutup bangunan restoran, kelihatan sempit dan sumpek,” keluh Jami, warga Banjarmasin Tengah, Selasa (27/1/26).
Menurutnya, kawasan Balai Kota seharusnya menjadi wajah kota yang tertata rapi, bukan dipenuhi bangunan yang terkesan asal berdiri.
Keluhan senada disampaikan, H. Junaidi warga Banjarmasin Utara. Ia menilai keberadaan restoran apung tersebut menghilangkan nilai estetika siring yang selama ini menjadi tempat bersantai warga.
“Kalau malam memang ramai, tapi keindahan siringnya jadi hilang. Apa lagi telihat restoran sekarang dilihat tak terawat, pemandangan tambah tidak bagus di lihat, ” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Ahim, asal Kalimantan Tengah, saat bersantai di kawasan Siring Balaikota, menyoroti dampak visual jangka panjang. Ia khawatir jika dibiarkan, kawasan siring akan dipenuhi bangunan serupa tanpa konsep yang jelas.
“Kalau satu dibiarkan, nanti yang lain ikut-ikutan. Lama-lama siring bukan ruang publik lagi, tapi berubah jadi deretan bangunan apung yang merusak panorama sungai,” tegasnya.
Warga berharap Pemerintah Kota Banjarmasin segera mengevaluasi keberadaan restoran apung tersebut, terutama dari sisi estetika, tata kota, dan kesesuaian dengan fungsi kawasan siring sebagai ruang publik dan ikon kota.
“Jangan sampai wajah kota rusak hanya karena kurangnya penataan,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





