Banjarmasin, Kalselpos.com – Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri menegaskan, perlu penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan dalam menyikapi persoalan banjir yang terjadi kota itu.
“Kita melihat langsung di lapangan, debit air sungai sebenarnya sudah turun, tapi genangan di kawasan permukiman ini belum juga surut. Ini yang akan kita telusuri bersama, apa sebenarnya akar persoalan sehingga air lambat turun,” ujar Rikval Fachruri, saat
melaksanakan kunjungan lapangan ke sejumlah wilayah terdampak banjir, Minggu (11/1) di Komplek PWI RT 31 Blok F, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Rikval Fachruri, didampingi anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Utara, meninjau langsung kondisi permukiman warga yang tergenang banjir sekaligus berdialog untuk mendengar keluhan dan aspirasi masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Rikval menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir yang kembali melanda.
Menurut Rikval, genangan yang bertahan lama kemungkinan disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti penyumbatan saluran drainase, pendangkalan sungai, hingga sistem aliran air yang tidak lagi berfungsi optimal.
Oleh karena itu, DPRD akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dan instansi teknis terkait untuk memastikan penanganan dilakukan secara tepat sasaran.
“Kita tidak ingin penanganannya hanya bersifat sementara. Akar masalahnya harus ditemukan, lalu dicarikan solusi bersama, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, agar persoalan banjir ini tidak terus berulang setiap tahun,” tegasnya.
Selain peninjauan, DPRD Kota Banjarmasin juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral.
Sebagai langkah jangka pendek, pada Senin (12/1) akan diturunkan pasukan turbo untuk membersihkan titik-titik penyumbatan saluran air serta mendata sumber-sumber sumbatan di seluruh kelurahan.
Untuk jangka panjang, penanganan banjir akan menjadi prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada Februari mendatang, khususnya terkait pengembangan sungai dan saluran air.
DPRD juga akan berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mendorong solusi penanganan banjir yang lebih komprehensif.
Sementara itu, Camat Banjarmasin Utara, Norrahmawati, menjelaskan di wilayahnya terdapat tiga titik utama terdampak banjir. Yaitu kawasan Sungai Gampa dengan sekitar 160 Kepala Keluarga (KK) terdampak, Komplek PWI RT 31 sebanyak 60 KK, serta kawasan Malkon Temon di belakang Bakso Sukini dengan sekitar 50 KK terdampak.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





