Anggota Senkom Kalsel Perkuat Keterampilan Penyelamatan Awal di Jalan Raya

Teks foto Dirlantas Polda Kalsel Salami peserta pelatihan.(ist)(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Untuk menekan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggenjot peran serta masyarakat dalam penanganan awal pada korban lakalantas.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalsel, Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H., secara resmi membuka Pelatihan Penguatan Quick Response untuk penanganan awal korban kecelakaan, Senin (8/12). Dalam sambutannya, ia menyatakan Senkom bukan sekadar mitra Polri, tetapi juga mitra strategis bagi Jasa Raharja dan seluruh lapisan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Pada tahun 2023 lalu data di Kalsel memprihatinkan. Rata-rata 900 kejadian per tahun, dengan 380 nyawa melayang Ini artinya, dalam sehari, kita bisa kehilangan 1 hingga 2 warga. Ini menjadi persoalan utama kami,” ungkap Fahri dengan nada serius.

 

 

Sebagai solusi, Polda Kalsel mengimplementasikan strategi 5E, ia menjelaskan poin kelima dari 5E yakni Emergency Response (Ketanggapan Darurat) dan pelatihan ini merupakan langkah nyata dari strategi tersebut.

“Kami ingin membentuk dan memberdayakan komunitas di akar rumput. Mereka adalah ujung tombak untuk memberi pertolongan pertama yang cepat dan tepat sebelum korban diterima tenaga medis. Nyawa bisa tertolong jika penanganan awal benar,” tegas Fahri.

 

 

Di tengah ajakannya untuk aktif menolong, Dirlantas juga memberikan imbauan kritis terkait Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ia menjelaskan tiga hal utama dalam penanganan laka lantas: Penanganan TKP, Olah TKP (kewenangan polisi), dan Pertolongan Korban.

“Yang bisa dilakukan masyarakat adalah bantu korban dan jaga status quo TKP. Keadaan asli TKP sangat vital untuk penyelidikan. Seringkali barang bukti hilang atau TKP sudah ‘dibersihkan’, ini sangat menyulitkan kami,” pesannya tegas.

 

 

Fahri tak lupa mengapresiasi kontribusi Senkom selama ini, yang telah membantu dalam berbagai operasi seperti Operasi Zebra dan pengamanan tahun baru.

Pelatihan yang diikuti 150 anggota Senkom se-Kalsel ini diharapkan mampu memperluas jaringan penolong di jalan.

Ketua Panitia, Agus Suyanto, menambahkan, materi pelatihan diberikan secara komprehensif oleh Lantas Polda Kalsel, Jasa Raharja, BPJS, dan Dokkes Polda Kalsel.

“Mereka akan dilatih agar bisa menjadi bagian dari sistem pertolongan yang lebih cepat dan terkoordinasi,” pungkas Agus.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait