Bupati Yamani Petakan Ulang Agenda Pembangunan 2026, Aspirasi Desa Masuk Prioritas

Teks foto Bupati Tapin H Yamani memimpin rakor evaluasi 13 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tapin di hadapan para kepala Desa se Kabupaten Tapin .(ist)(kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Tapin menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Program Prioritas di Pendopo Galuh Bastari, Kamis (5/12/2025). Forum ini menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan desa untuk menilai capaian serta menyerap aspirasi menjelang penyusunan program kerja 2026.

 

Bacaan Lainnya

Rakor dipimpin langsung Bupati Tapin H Yamani, didampingi tenaga ahli Hamdi dan Fadli, serta pendamping SKPD. Hadir para kepala desa, perangkat desa, BPD, pengurus BUMDes, koperasi desa, hingga TP PKK.

 

Bupati Yamani menegaskan bahwa pertemuan tersebut difokuskan pada evaluasi 13 program prioritas yang selama ini menjadi fondasi kebijakan pemerintahannya.

“Ini momentum bagi desa untuk menyampaikan perkembangan, hambatan, dan masukan. Banyak usulan yang dapat kami tindak lanjuti untuk rencana kerja tahun depan,” ujarnya.

 

Ia menyebut sebagian besar program prioritas berjalan sesuai target, meski ada beberapa usulan yang belum dapat diakomodasi pada tahun berjalan.

“Untuk 2026, poin-poin yang belum terakomodasi akan segera kami eksekusi. Jumlahnya tidak banyak, selebihnya sudah berjalan dengan baik,” kata Bupati.

 

Yamani menegaskan komitmen Pemkab Tapin menjaga kesinambungan program prioritas, terutama yang menyentuh pelayanan publik, pembangunan desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan kelembagaan desa. Ia menilai komunikasi yang solid antara pemerintah daerah dan desa akan memastikan program tetap tepat sasaran.

 

Berikut 13 program kerja yang telah dijalankan Pemkab Tapin:

 

1. Bedah rumah tidak layak huni sebanyak 1.000 unit, sebagai program 100 hari yang berlanjut hingga 2029.

2. Jaminan kesehatan gratis di Puskesmas dan RSUD Datu Sanggul melalui KTP.

3. Peningkatan kesejahteraan pegawai: ASN, non-ASN, guru, tenaga pendidik pesantren, serta aparat desa.

4. Beasiswa santri berprestasi ke luar negeri dan satu sarjana satu desa.

5. Santunan kematian bagi warga kurang mampu.

6. Bantuan pembangunan masjid Rp200 juta, santunan guru mengaji, TKA/TPA, dan kaum masjid.

7. Peningkatan infrastruktur desa–perkotaan, termasuk jalan, jembatan, drainase, dan sumur air bersih.

8. Penguatan sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, perikanan, peternakan untuk mendorong ekonomi daerah.

9. Pengembangan kawasan terpadu pendidikan.

10. Peningkatan kualitas SDM guru dan tenaga kesehatan.

11. Dukungan untuk kegiatan haul dan agenda keagamaan masyarakat.

12. Pembinaan generasi muda, termasuk penciptaan pengusaha lokal dan penguatan UMKM.

13. Listrik gratis untuk rumah ibadah.

 

Rakor ditutup dengan sesi tanya jawab antara aparat desa dan pemerintah daerah, di mana Bupati Yamani menjawab langsung berbagai persoalan yang disampaikan.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait