Kelurahan Surgi Mufti laksanakan Rembuk Stunting 

Teks Foto: Foto bersama - Suasana Foto bersama usai kegiatan Rembuk Stunting di aula balai warga, Selasa (25/11/2025) Kelurahan Surgi Mufti (Hafidz).(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Dalam upaya menurunkan angka stunting. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin bersama Kelurahan Surgi Mufti dan Puskesmas Sungai Jingah mengadakan Rembuk Stunting di aula balai warga, Selasa (25/11/2025) tadi pagi.

 

Bacaan Lainnya

Plt Lurah Surgi Mufti, Muliadi mengatakan, jadi hari ini diadakan Rembuk Stunting yang pesertanya diwakili oleh setiap kepala Rukun Tetangga (RT) setempat ibu-ibu kader Posyandu. Lalu menyampaikan kembali kepada para warganya untuk penguatan serta peran masyarakat dalam pencegahan stunting.

 

“Agar penguatan peran serta masyarakat dalam pencegahan stunting bisa terlaksana dengan baik oleh sebab itu kita lakukan edukasi langsung kepada setiap kepala RT yang ada di kelurahan Surgi Mufti agar bisa kembali menyampaikan kembali kepada warganya,” ucapnya.

 

Menurutnya, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini dengan memberikan layanan kesehatan dan pengetahuan kepada warga.

 

Ermin, Nutrisionis Puskesmas Sungai Jingah menjelaskan, bahwa selama ini pihaknya sudah memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil selama 4 bulan ke depan.

 

Jadi ibu hamil yang datang ke Puskesmas Sungai Jingah, sejak bulan pertama sampai di empat bulan kandungannya pasti diberikan makanan yang bergizi serta diberikan edukasi pemahaman tentang apa itu stunting.

 

“Kami juga meminta setiap kepala RT untuk memberikan data ibu hamil di wilayah mereka. Hal tersebut bertujuan untuk memantau jumlah anak yang berisiko stunting,” tambahnya.

 

Sementara itu, Zumiati Rochmah Staf Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyatakan, stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya makanan, tetapi juga faktor daya tahan tubuh dan lingkungan, seperti perilaku hidup sehat orang tua.

 

“Penggunaan air PDAM yang tidak direbus hingga mendidih juga dapat meningkatkan risiko stunting,” bebernya.

 

Ia berharap, dengan diadakannya Rembuk Stunting, masyarakat diharapkan dapat terlibat langsung dalam menyampaikan edukasi kepada warga, sehingga upaya pencegahan stunting dapat lebih efektif.

 

Mewakili Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Ia turut mengapresiasi Rembuk Stunting yang dilaksanakan oleh Kelurahan Surgi Mufti. Sebab menurutnya untuk mengontrol angka kesehatan khususnya dalam penanganan stunting. Perlu dilakukan dengan kesadaran masyarakat bersama.

 

“Alhamdulillah hari ini Kelurahan Surgi Mufti bersama Puskesmas Sungai Jingah sudah mau melakukan Rembuk Stunting, dalam upaya pencegahan dan penguatan serta peran masyarakat. Karena dalam mengontrol angka stunting di Kota Banjarmasin kita perlu adanya dukungan langsung dari berbagai kalangan salah satunya seperti hari ini,” kata Zumiati.

 

Ia menambahkan, adapun kesulitan dilapangan kenapa stunting itu masih ada dikarenakan adanya faktor-faktor atau determinan kesehatan. Perlu diketahui stunting itu bukan hanya karena kurang makan.

 

“Salah satunya pola asuh dari ibu kandung seperti pemberian Air Susu Ibu (ASI) hal tersebut memang harus dari kesadaran orang tuanya. Contoh lainnya seperti meminum tablet tambah darah kepada ibu hamil juga dari kesadaran orang tuanya. Kita hanya bisa memfasilitasi secara logistik akan tetapi kembali ke kesadaran orang tuanya. Oleh sebab itu dengan kegiatan seperti ini sangat berguna sekali bagi penurunan angka stunting di Kota Banjarmasin,” pungkasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait