Palangka Raya, kalselpos.com – Dinamika internal Partai Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng) memasuki fase paling menentukan menyambut Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kalteng. (24/11/2025)
Suhu di tubuh DPD Golkar Kalteng mulai menggeliat memanas dikarenakan memasuki babak baru dengan pertama kalinya dalam satu dekade, pertarungan terbuka antara
Fairid Naparin (kader Junior) dan Edi Prawoto (kader Senior) yang menjadi sorotan publik serta menandai berjalannya gerbong regenerasi kepemimpinan sekaligus kompetisi kepemimpinan di tubuh partai berlambang pohon beringin ini.
Berdasarkan informasi yang berkembang, sejumlah kader senior yang berpengalaman dalam struktur politik dan legislatif mulai memantapkan diri untuk maju merebut kursi Ketua DPD Partai Golkar Kalteng.
Di saat yang sama, kader muda atau junior yang selama ini dianggap memiliki energi baru, jaringan luas, dan gaya komunikasi politik modern, juga turut mendeklarasikan kesiapan memimpin partai menuju Pemilu 2029.
Salah satu pengamat politik menilai kompetisi yang terjadi bukan sekedar kontestasi personal, melainkan pertarungan ide-ide cemerlang, arah visioner serta gagasan masa depan partai, apakah Golkar Kalteng akan tetap bertumpu pada role model kepemimpinan tradisional berbasis senioritas, atau beralih ke model modern yang memberi ruang besar pada kader muda yang memiliki potensi besar memimpin Golkar nantinya.
Di sisi internal, para fungsionaris DPD Golkar juga nampaknya terbelah pada pilihan masing-masing. Ada kelompok yang menuntut kesinambungan kepemimpinan dengan menilai pengalaman senior sebagai faktor stabilitas organisasi. Namun tidak sedikit juga suara yang menginginkan penyegaran total melalui regenerasi dan transformasi ditubuh DPD Golkar Kalteng agar orang muda yang memiliki kepabilitas tinggi dan terbaik bisa mendapatkan kesempatan memimpin DPD Golkar Kalteng ke depan untuk lebih memajukan partai yang struktur manajemen organisasi partainya cukup matang mengingat dari usia berdirinya partai tersebut.
Sumber internal mengatakan bahwa masing-masing kandidat telah menggalang dukungan hingga ke tingkat DPD kabupaten/kota, bahkan mulai menjalin komunikasi ke DPP untuk memperoleh restu politik menjelang Musda.
Kalangan publik dan loyalis partai berharap persaingan berlangsung secara sehat, mengedepankan etika organisasi serta menjunjung tinggi musyawarah mufakat sebagai prinsip utama di tubuh Golkar yang hakiki tentunya.
“Persaingan boleh keras, tetapi tetap harus elegan. Musda ini bukan arena saling menjatuhkan, tetapi ruang evaluasi dan pembuktian siapa yang paling siap memajukan Golkar Kalteng ke depan,” Ucap salah satu kader Golkar yang enggan disebutkan namanya.
Jika kontestasi berjalan kondusif, Musda DPD Partai Golkar Kalteng diyakini akan menjadi momentum konsolidasi besar untuk memperkuat mesin politik partai menjelang pesta demokrasi mendatang sehingga mampu meraih suara yang maksimal.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





