BANJARMASIN, Kalselpos.com – Pembukaan Cangkurah 2025 di Siring Mitra Plaza, Jumat (21/11/2025) malam, berubah dari perayaan menjadi sorotan tajam publik. Bukan karena kemeriahannya, melainkan keputusan kontroversial panitia yang melarutkan lampion ke sungai.
Warga menilai langkah itu bukan hanya tidak sensitif, tetapi juga mencederai citra Banjarmasin sebagai Kota Sungai.
“Kenapa lampionnya malah dilarutkan ke sungai? Kalau mau angkat potensi sungai, ya terbangkan dari atas sungainya, bukan malah menambah beban,” ujar Fahmi, warga yang menyaksikan dari Jembatan Sudimampir.
Kritik pun membesar. Banyak yang menilai konsep tersebut tidak mendidik dan bertolak belakang dengan kampanye lingkungan yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah.
Menanggapi gelombang protes, Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil, tampil memberi klarifikasi. Ia membantah anggapan bahwa lampion-lampion itu akan menjadi sampah.
“Ada petugas yang berjaga di ujung aliran sungai untuk mengangkat kembali lampion. Jadi tidak ada dampak sampah,” tegasnya.
Namun warga tetap mempertanyakan mengapa tidak dilepas ke langit seperti umumnya?
Sabil berdalih pihaknya ingin menghadirkan konsep baru. “Kami ingin tampil beda, lebih menarik. Seperti di Vietnam, mereka juga melarutkan lampion ke sungai,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





