Balangan Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional ICRIP–ISWEM 2025, Dorong Inovasi untuk Penyangga IKN

Teks foto Assisten II Bidang perekonomian dan pembangunan Setda Balangan Tuhalus. ( Kurnadi)(kalselpos.com)

Paringin,kalselpos.com – Kabupaten Balangan menjadi tuan rumah pelaksanaan International Colloquium on Research, Innovation, and Publishing (ICRIP) dan International Seminar on Wetlands Environmental Management (ISWEM) 2025, Kamis (20/11/2025), di Gedung Budaya Balangan, Kecamatan Paringin.

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) Koordinator Wilayah Kalimantan ini berfokus pada peran pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Balangan, sebagai salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Acara tersebut menghadirkan berbagai narasumber dari dalam dan luar negeri. Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah Organic Farming System yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Weigua Cheng dari Yamagata University, Jepang. Topik ini dinilai relevan dengan potensi pertanian Balangan yang terus dikembangkan.

 

Peserta kegiatan terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti, hingga tenaga pendidikan lainnya. Kehadiran unsur pendidikan dianggap penting untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam inovasi riset dan pembangunan daerah.

 

Ketua Pelaksana ICRIP – ISWEM, Prof. Abdul Hadi mengatakan bahwa seminar internasional ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang untuk merumuskan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

 

“Ini peluang besar bagi mahasiswa dan akademisi untuk memperkenalkan inovasi mereka. Banyak penelitian yang bisa langsung berkontribusi kepada pembangunan Balangan sebagai daerah penyangga IKN,” ujarnya.

 

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balangan, Ir. Tuhalus, menyebut kegiatan ini sebagai momentum bersejarah bagi Balangan yang menjadi tuan rumah seminar internasional berskala besar.

 

“Para pemateri dari berbagai negara membawa pengalaman yang dapat menginspirasi. Ini sejalan dengan harapan Bupati Balangan agar daerah kita siap sebagai penyangga IKN, terutama di bidang ekonomi dan pertanian,” ucapnya.

 

Ia menegaskan bahwa berbagai program daerah telah diarahkan untuk mendukung pembangunan, mulai dari Beasiswa 1000 Sarjana hingga program peningkatan kesejahteraan petani.

 

“Kita sebenarnya punya sistem yang mirip dengan Organic Farming System di Jepang. Bedanya, di sana satu orang bisa mengelola 30 hektare, sedangkan kita rata-rata hanya 5 hektare meskipun peralatannya sama-sama memadai,” jelasnya.

 

Tuhalus menambahkan bahwa hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Balangan untuk terus berinovasi, sehingga mampu menjadi daerah tujuan riset, edukasi, dan pertanian modern.

 

“Insyaallah, dengan perkembangan yang semakin baik, Balangan bisa mewujudkan harapan sebagai daerah yang tangguh dalam pertanian, sesuai visi Bupati dan Wakil Bupati Balangan,” tutupnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait