Kotabaru, kalselpos.com – Sekretaris Daerah Kotabaru H. Eka Saprudin, AP mewakili Bupati menghadiri Focus Group Discusion (FGD) Strategi Fiskal Daerah dalam menyikapi dana transfer tahun 2026 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (02/10/2025) yang bertempat di Aula Auditorium Idham Chalid Banjarbaru dan dibuka secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin.
FGD ini membahas tentang pengelolaan keterbatasan anggaran menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola fiskal yang lebih transparan, akuntabel dan berorientasi pada hasil.
Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan, FGD sangat penting dan strategis ini dapat terlaksana demi keberlangsungan pembangunan daerah Kalimantan Selatan.
“Dikesempatan ini saya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para Bupati, Wakil Bupati maupun Sekda serta para Kepala SKPD yang mengikuti kegiatan FGD ini. Saya juga menyerukan untuk seluruh Kepala Daerah agar mengurangi kegiatan kegiatan yang tidak penting seperti perjalanan dinas, hibah dan lain lain, fokus dan fokus kegiatan yang prioritas dan strategis,” ucap Gubernur.
Lanjut Gubernur, apabila melaksanakan kegiatan tahun/jamak multi years maka diharapkan administrasi yang baik dalam pelaksanaan dan melihat kembali regulasi, apakah cukup dengan persetujuan DPRD atau ada peraturan yang harus meminta izin kepada kementrian atau lembaga tertentu. Baru-baru ini, telah terbit surat Kementrian Keuangan Nomor S-62/PK/2025 per tanggal 23 September 2025 yang menyampaikan adanya perubahan signifikan terhadap alokasi dana transfer daerah. Jika sebelumnya rancangan pendapatan daerah anggaran tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp. 9.42 triliun, maka setelah penyesuaian total pendapatan daerah turun menjadi Rp. 7.42 Triliun.
“Jadi, secara khusus dana transfer pusat ke daerah juga mengalami penurunan yang sangat drastis,” ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan rincian alokasi dana transfer ke daerah, untuk Kalsel dari 4.5 triliunan kurang 2,2 triliun menjadi 2.3 triliun atau (-48,36℅). sedangkan Kota Banjarmasin dar 1,4 triliun menjadi kurang 390 milyar menjadi 1 triliun. Untuk Kabupaten Kotabaru sendiri dari 2.4 triliun dikurang 692 milyar menjadi 1.7 triliun (-28, 41%), Tanah Bumbu dari 2,8 Triliun kurang 1,4 triliun menjadi 1,4 triliun (-49.72%), Tabalong dari 2,3 triliun menjadi 1,3 triliun atau (-42,76%). Sedangkan Kabupaten Banjar dari 2,1 triliun menjadi 1,6 triliun, Barito Kuala dari 1,4 triliun turun menjadi 1,1 triliun. Untuk Hulu Sungai Selatan dari 1,3 triliun menjadi 1,1 triliun, Hulu Sungai Tengah dari 1,2 triliun turun menjadi 1 triliun, Hulu Sungai Utara 1,3 triliun kurang 167 milyar menjadi 1,3 triliun (-12,90%), Kota Banjarbaru dari 996 milyar kurang 349 milyar menjadi 616 (-36,22%). Dan Tanah Laut dari 1,8 triliun menjadi kurang 465 milyar menjadi 1,3 triliun (-27,40%), untuk Kabupaten Tapin dari 1,6 triliun kurang 438 milyar menjadi 1,1 triliun (-27,17%).
“Penurunan ini tentu saja menuntut kita untuk lebih cermat dalam menyusun strategi fiskal ke depan, agar pembagunan tetap berjalan dan pelayanan publik kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik,” harapnya.
Saat dimintai tanggapannya Sekretaris Daerah H. Eka Saprudin yang mewakili Bupati Kotabaru mengatakan, “sesuai penyampaian narasumber ada 2 dua metode yang kita tangkap menaikan pendapatan dan mengurangi belanja, jadi upaya pertama pasti mengurangi belanja kita disesuaikan dengan pendapat yang ada, tetapi tidak menutup juga untuk kita upayakan agar bisa meningkatkan pendapatan,” ujar Sekda.
“Yang jelas menyesuaikan pagu hasil akhir, berapa nanti kesepakatan antara DPRD untuk menjadi APBD murni maka disitu nanti kita sesuaikan dengan belanjanya,” terangnya.
“Ini adalah instruksi untuk mengurangi belanja yang akan sesuaikan dengan pendapatan, karna jika pendapatan berkurang otomatis belanja kita juga berkurang, tapi kita akan meminta yang mana strategis akan kita pertahankan,” tambahnya pula.
“Pemerintah akan mengambil langkah-langkah ikut dengan Provinsi menyuarakan catatan ke Pemerintah Pusat, semoga tidak ada lagi ada pemangkasan di tahun yang akan datang,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





