Palangka Raya, kalselpos.com – Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangkaraya pada periode Januari hingga Juli 2025 tercatat ada 52 peristiwa kebakaran.Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Gloriana Aden.
Disampaikannya, pihaknya terus berupaya meningkatkan antisipasi terjadinya kebakaran di kawasan permukiman dengan menyiagakan Posko 1×24 jam dengan layanan pusat kedaruratan 112.
Ditambahkannya, selain itu pihaknya juga memaksimalkan peran 60 lebih anggota relawan pemadam untuk melakukan deteksi dini dan penanganan kebakaran.
“Dari kasus kebakaran sebanyak itu, korsleting listrik mendominasi sebagai penyebab kebakaran, terutama yang terjadi di kawasan lingkungan permukiman,” ujarnya.
Diuraikannya, dari 52 peristiwa kebakaran tersebut, 47 di antaranya terjadi pada kawasan tempat tinggal warga, sedangkan 5 peristiwa lainnya yaitu berupa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
“Berkaca dari banyaknya peristiwa kebakaran ini, maka kami minta warga rutin mengecek kabel, stop kontak, dan tidak menumpuk colokan di satu titik,” sampainya.
Sementara di sisi lain, Gloriana menyoroti tentang sejumlah kebakaran yang terjadi di tempat usaha, kendaraan, dan fasilitas umum, yang menurutnya harus menjadi perhatian masyarakat dan dunia usaha.
Tak hanya itu, kebiasaan warga yang membakar sampah sembarangan juga tak luput dari perhatian Gloriana. Menurutnya hal tersebut harus menjadi perhatian warga. Terlebih saat ini sudah memasuki musim kemarau.
“Karena itu kesigapan warga yang melapor langsung saat terjadi peristiwa kebakaran melalui layanan darurat, menjadi faktor kunci keberhasilan penanganan. Intinya, dari banyak peristiwa kebakaran tidak luput dari partisipasi warga serta kesiapsiagaan petugas,” tandas Gloriana.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





