Warga Desa Kayu Rabah inginkan perbaikan jalan tembus Balimau-Pinangkara

Teks foto: Sekdes Kayu Rabah, Rahmadi (kanan) didampingi Kaur Umum dan Perencanaan, Fitrianor saat diwawancara Kalsel Pos. (Anas Aliando)(kalselpos.com)

Barabai, kalselpos.com – Setelah menunggu puluhan tahun, aspirasi warga Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang menginginkan perbaikan jalan desa tembus Balimau-Pinangkara, sepertinya akan terwujud.

 

Bacaan Lainnya

Karena jembatan kayu untuk menuju lokasi jalan itu sudah dibongkar oleh Dinas PUPR Kabupaten HST, dan akan diganti dengan jembatan permanen. Jika jembatan usai dibangun, kemungkinan besar jalan itupun menyusul untuk segera diperbaiki.

 

Jalan tembus tersebut sangat strategis, karena merupakan jalan utama menuju persawahan, perkebunan dan perikanan bagi warga di dua desa, yakni Kayu Rabah dan Pinangkara.

 

Sekdes Desa Kayu Rabah, Rahmadi didampingi Kaur Umum dan Perencanaan, Fitrianor mengungkapkan, dalam setiap Musrenbang, perbaikan jalan selalu menjadi prioritas nomor satu yang diusulkan. Namun oleh pemerintah setempat selalu “dicuekin” dengan alasan tidak cukup anggaran.

 

Bukan menyerah dan mengendur, usulan perbaikan jalan justru makin dikobarkan, dan akhirnya membuahkan secercah harapan.

 

“Perbaikan jalan sepertinya akan dilakukan. Saat ini dikerjakan pembangunan jembatan dulu untuk memudahkan material masuk ke lokasi. Karena jembatan yang ada tidak bisa dilalui truk,” beber Sekdes kepada Kalsel Pos, Kamis (2/10) siang di Desa Kayu Rabah.

 

Kaur Umum dan Perencanaan, Fitrianor menambahkan, perbaikan jalan tembus Balimau-Pinangkara sangatlah penting. Karena jalan tersebut digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

 

“Selama jalan rusak, warga membawa hasil pertanian dan perkebunan kebanyakan menggunakan kelotok atau jukung, karena kalau lewat darat sangat susah, jalannya berlumpur,” ujarnya.

 

Jalan Tembus tersebut sangat strategis, karena menghubungkan dua kabupaten, yakni HST dan HSU. Jalan itu menghubungkan antara Desa Kayu Rabah dengan Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Maka, dengan jalan diperbaiki, berdampak besar untuk mendongkrak perekonomian warga.

 

“Warga Pinangkara banyak menggunakan akses jalan ini untuk menjual hasil pertanian dan perkebunan mereka. Bahkan dulu, warga Pinangkara banyak yang menyekolahkan anak mereka ke SD dan SMP yang ada di Desa Kayu Rabah,” terang Fitrianor.

 

Disampaikan, beberapa tahun lalu, sebagian jalan tembus ini pernah diperbaiki oleh aparat TNI melalui program TMMD. Seiring waktu berjalan, jalan kembali mengalami kerusakan akibat sering terendam manakala musim hujan. Sepanjang kurang lebih 300 meter jalan sudah di paving block, dan masih ada sepanjang dua kilometer lagi yang rusak.

 

“Biaya memperbaiki jalan cukup besar, kerena akses mengangkut material harus melewati jembatan yang ukurannya kecil. Jadi terpaksa material dilangsir dulu menuju lokasi. Biaya melangsir ini malah lebih mahal daripada membeli material ke toko bangunan,” kata Fitrianor.

 

Dengan dibangunnya jembatan terlebih dulu, kata Fitrianor, maka akses masuk material jalan tidak ada kendala lagi.

 

Pantauan Kalsel Pos, pembangunan jembatan Balimau sudah mulai dikerjakan. Saat ini sedang dilakukan pembongkaran jembatan lama yang berkonstruksi kayu yang akan diganti dengan jembatan beton.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait