Barabai, kalselpos.com – Masyarakat diminta untuk berhati – hati dan waspada kalau didatangi oknum yang mengaku dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang melakukan verifikasi rumah untuk di bedah.
Meskipun tidak ada laporan resmi yang disampaikan masyarakat kepada Dinas Perkim HST, namun dari selentingan kabar yang beredar, warga di wilayah Barabai Darat sempat didatangi orang yang mengaku dari Dinas Perkim dan melakukan verifikasi. “Namun warga tidak yakin mereka dari Dinas Perkim karena pakaiannya dan penampilannya tidak meyakinkan,” ujar sumber Kalsel Pos yang tidak mau namanya ditulis.
Karena itulah, Dinas Perkim HST mewanti-wanti masyarakat untuk waspada dan jangan ragu menanyakan identitas yang melakukan verifikasi. “Tanyakan dari mana dan mana surat tugasnya. Bisa juga menghubungi orang Dinas Perkim yang nomornya sudah kami sampaikan ke aparat kecamatan, kelurahan dan desa,” ujar Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten HST, Sa’adianoor melalui tenaga teknis, Mohd Mahyudi kepada Kalsel Pos, Rabu (1/10) siang, di Barabai.
Disampaikan, program bedah rumah di Kabupaten HST terus berjalan. Dari target 1.000 rumah yang di bedah tahun 2025, realisasi tahap satu sudah hampir 100 persen.
“Realisasi tahap satu sudah 563 unit. Tahap dua masih dalam tahap realisasi pasca verifikasi lapangan yang dilakukan Dinas Perkim HST,” bebernya.
Diutarakannya, bedah rumah terbagi dalam dua katagori, biasa dan kumuh. Untuk wilayah kumuh sebanyak 75 unit. “Wilayah kumuh tersebar di 10 kecamatan di HST. Terbanyak di Kecamatan Barabai. Ada juga di daerah Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara,” terangnya.
Adapun rumah yang paling banyak di bedah ada di wilayah Kecamatan Pandawan. Karena di kecamatan ini menaungi desa dengan jumlah terbanyak se Kabupaten HST. “Kecamatan Pandawan paling banyak. Karena di situ ada 21 desa,” cetusnya.
Agar rumah warga bisa di bedah, terlebih dahulu diusulkan oleh pemerintah desa atau kelurahan. Selanjutnya dilakukan verifikasi yang sangat detail agar tidak salah sasaran.
“Program ini sangat diperhatikan oleh bapak bupati dan wakil. Instruksi beliau, petugas verifikasi harus peka dilapangan. Kalau menemukan rumah tidak layak huni segera lakukan verifikasi meskipun tidak masuk dalam usulan pemerintah desa atau kelurahan,” ujarnya.
Sejauh ini, beber Mahyudi, program bedah rumah di HST berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





