Digitalisasi Pasar di Banjarmasin Tuai Pro-Kontra, Pedagang keluhkan Tap Cash Ribet

Teks foto : Rangkaian Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Perumda Pasar membagikan Tap Cash kepada 499 pedagang Pasar Lima sebagai metode pembayaran retribusi harian(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Program digitalisasi pasar yang diharapkan mempermudah transaksi, justru menuai keluhan dari sebagian pedagang. Dalam rangka Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Perumda Pasar membagikan Tap Cash kepada 499 pedagang Pasar Lima sebagai metode pembayaran retribusi harian.

 

Bacaan Lainnya

Alih-alih merasa terbantu, sejumlah pedagang mengaku kerepotan. Salah satunya Wilna, pedagang toko bangunan di Pasar Lima. Ia menilai sistem baru ini menambah beban.

 

“Kalau saldonya habis, saya harus keluar lagi cari ritel buat isi ulang. Dulu tinggal ambil uang Rp2 ribu dari laci, selesai. Sekarang jadi repot,” keluhnya usai acara launching Digitalisasi Pasar di Kantor Perumda Pasar, Senin (29/9/2025) kemarin.

 

Meski begitu, Direktur Utama Perumda Pasar, M. Abdan Syakura, optimistis langkah ini merupakan masa depan layanan pasar. Menurutnya, Tap Cash justru lebih efektif karena pembayaran langsung masuk ke kas perusahaan secara realtime.

 

“Jauh lebih efisien. Selain retribusi, kartu ini juga bisa digunakan untuk layanan lain, seperti e-parking,” jelas Abdan.

 

Untuk mengantisipasi kendala, pihaknya menyiapkan petugas penagihan yang siap memberikan edukasi kepada pedagang terkait cara top up dan penggunaan kartu. Ia menegaskan, penerapan awal masih difokuskan untuk retribusi harian, namun ke depan akan dikembangkan untuk berbagai layanan lain.

 

“Setiap keluhan akan dievaluasi. Digitalisasi ini langkah awal agar layanan pasar kita lebih modern,” tandasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait