Barabai, kalselpos.com – Jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Batang Alai Selatan dan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) di Desa Labuhan RT 3, Kecamatan Batang Alai Selatan dibiarkan amblas tanpa adanya upaya perbaikan dari dinas terkait.
Pantauan Kalselpos di lapangan, jalan yang amblas itu lokasinya tidak jauh dengan Bendungan Batang Alai atau warga setempat akrab menyebutnya Bendungan Sakutang. Material jalan berupa pecahan aspal dan batu, longsor ke tepi sungai Alai.
Luasan jalan yang amblas itu kurang lebih empat meter, nyaris menggerus separoh jalan. Pengguna jalan pun harus ekstra hati-hati kalau tidak mau tercebur ke dalam lubang. Apalagi jalan itu merupakan akses utama menuju desa-desa di kaki pegunungan Meratus seperti Batu Tangga, Tandilang, Atiran, Hinas Kiri dan Juhu. Jalan itu juga merupakan akses utama para pecinta alam menuju gunung tertinggi di provinsi Kalsel yakni Gunung Halau halau.
Tak hanya dilalui motor dan mobil warga, jalan itu juga dilintasi mobil truk pengangkut tambang galian C seperti batu gunung, tanah merah dan pasir.
“Kami sangat hati-hati dalam membawa angkutan batu. Kalau lengah sedikit saja, truk akan kecebur,” ujar Manto, sopir truk yang setiap hari “wara wiri” di jalan tersebut kepada Kalsel Pos, Ahad (28/9) di Labuhan.
Dia pun berharap kepada pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten HST untuk segera melakukan perbaikan, karena jika dibiarkan, luasan jalan yang amblas ditakutkan bakal makin menganga lebar. “Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan. Jalan amblas bisa makin parah. Semoga cepat diperbaiki karena sangat membahayakan. Apalagi kalau dilintasi saat malam hari, kondisinya gelap karena kurangnya lampu penerangan jalan,” ujarnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





